BOGOR — Peristiwa nahas itu terjadi di kawasan Dramaga, Bogor, saat dua kelompok pelajar terlibat bentrokan. Seorang remaja berinisial R (16) menjadi korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kapolres Bogor melalui Kasat Reskrim membenarkan bahwa satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Penangkapan dilakukan setelah polisi mengumpulkan bukti dan keterangan saksi di lapangan.
Kronologi Berawal dari Bentrokan Antar-Kelompok
Bentrokan terjadi pada siang hari di salah satu ruas jalan di Dramaga. Kedua kelompok saling serang menggunakan senjata tajam dan benda tumpul. Korban terkena sabetan di bagian vital dan dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam dan potongan pakaian. Identitas korban dan tersangka masih dalam tahap pendalaman.
Mengapa Penangkapan Baru Dilakukan Sebulan Kemudian?
Proses penyelidikan memakan waktu karena polisi harus memeriksa lebih dari sepuluh saksi. Beberapa di antaranya adalah pelajar yang ikut dalam bentrokan dan melarikan diri setelah kejadian.
"Kami butuh waktu untuk mengumpulkan alat bukti yang cukup. Tersangka baru bisa dibekuk setelah kami kantongi identitas dan lokasi persembunyiannya," ujar Kasat Reskrim Polres Bogor dalam keterangan resmi.
Tersangka Masih di Bawah Umur
Tersangka yang diamankan ternyata juga masih berstatus pelajar. Polisi menjeratnya dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Pihak kepolisian masih memburu kemungkinan adanya tersangka lain. "Kami tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka. Saat ini fokus kami pada pengembangan kasus," tambah Kasat Reskrim.
Pihak Sekolah dan Orang Tua Korban Belum Banyak Bicara
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah tempat korban dan tersangka belajar belum memberikan pernyataan resmi. Orang tua korban masih dalam kondisi berduka dan memilih untuk tidak diwawancarai.
Peristiwa ini menjadi pengingat kembali akan maraknya tawuran pelajar di wilayah Bogor dan sekitarnya. Sepanjang tahun lalu, setidaknya tiga kasus serupa dilaporkan terjadi di kawasan Dramaga dan Cibinong.