JAWA BARAT — Proses pemotongan hewan kurban dilakukan di tiga lokasi berbeda: Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Diesel (ULPLTD) Taman, ULPLTD Ampenan, dan ULP Tanjung. Panitia memastikan seluruh tahapan pemotongan mengikuti standar kebersihan, kesehatan, dan syariat Islam.
Daging yang sudah dikemas langsung didistribusikan secara bertahap. Sasaran utamanya adalah warga prasejahtera, tenaga alih daya, dan kelompok sosial yang tinggal di sekitar area kerja PLN. Prinsip pemerataan manfaat menjadi pegangan utama agar tidak ada pihak yang terlewat.
Bukan Sekadar Ibadah, tapi Penguat Hubungan dengan Warga
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa kegiatan kurban ini lebih dari sekadar ritual tahunan. “Melalui penyaluran hewan kurban ini, PLN UIW NTB ingin terus hadir dan berbagi kebahagiaan bersama masyarakat. Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan secara luas serta semakin mempererat hubungan baik antara PLN dan masyarakat di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan, momentum Iduladha menjadi pengingat pentingnya nilai keikhlasan, kepedulian, dan solidaritas sosial. Semangat gotong royong juga terlihat dari keterlibatan pegawai PLN dan panitia di masing-masing unit kerja selama proses penyembelihan hingga distribusi.
Implementasi Nilai AKHLAK di Lapangan
Kegiatan kurban tahunan ini menjadi salah satu wujud nyata penerapan budaya perusahaan AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) di lingkungan PLN. Perusahaan ingin membangun citra yang tidak hanya andal dalam urusan kelistrikan, tetapi juga humanis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Bagi warga NTB, kehadiran PLN tidak lagi sekadar penyedia listrik. Lewat aksi sosial berkelanjutan seperti ini, perusahaan berupaya memberikan energi dalam arti yang lebih luas—energi kepedulian yang bisa langsung dinikmati oleh ribuan keluarga setiap Iduladha tiba.