BOGOR — Pergantian kepemimpinan di level eselon II bakal terjadi di Kota Bogor dalam waktu dekat. Sebanyak empat jabatan pimpinan tinggi akan ditinggalkan pejabat definitifnya yang memasuki masa purna tugas.
Kepala Dinas hingga Sekretaris Dinas Jadi Pos yang Dikosongkan
Keempat posisi yang bakal kosong itu tersebar di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Meski belum diumumkan secara rinci oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor, jabatan yang dimaksud diperkirakan meliputi kepala dinas, sekretaris dinas, atau jabatan struktural eselon II lainnya.
Masa pensiun ASN di lingkungan Pemkot Bogor terjadi secara bertahap setiap tahun. Namun, khusus tahun ini, jumlah pejabat yang pensiun di level pimpinan tinggi tergolong cukup banyak dalam waktu berdekatan.
Plt Jadi Solusi Sementara, ASN Senior Jadi Kandidat
Untuk mengisi kekosongan tersebut, Pemkot Bogor akan menunjuk pelaksana tugas dari internal OPD masing-masing. Plt biasanya diambil dari pejabat eselon III yang dinilai memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang terkait.
Penunjukan plt bersifat sementara sampai proses lelang jabatan definitif dilakukan. Proses seleksi terbuka untuk jabatan pimpinan tinggi biasanya memakan waktu beberapa bulan, termasuk tahapan uji kompetensi dan fit and proper test oleh pansel.
Dampak ke Pelayanan Publik: Dipastikan Tidak Terganggu
Kekosongan jabatan definitif kerap menimbulkan kekhawatiran akan terhambatnya pelayanan publik. Namun, mekanisme plt dinilai cukup efektif untuk menjaga kontinuitas program dan kebijakan yang sudah berjalan.
Seorang plt memiliki kewenangan yang hampir sama dengan pejabat definitif, termasuk dalam hal pengambilan keputusan operasional. Hanya saja, beberapa kebijakan strategis yang memerlukan persetujuan pejabat definitif bisa tertunda sampai ada pengganti tetap.
Pemkot Bogor sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai jad pasti pengisian jabatan definitif. Yang jelas, proses administrasi pensiun dan persiapan penunjukan plt sedang berjalan di BKPSDM.