DEPOK — Suara takbir menggema di pelataran Masjid Jami Atta’Awun, bersahutan dengan lenguh sapi yang akan dikurbankan. Puluhan pasang mata, dari kakek-kakek hingga bocah balita, tak berpaling dari prosesi penyembelihan yang berlangsung sejak pagi.
Anak-anak kecil dengan pakaian rapi duduk di pinggir terpal yang dibentangkan. Mereka menyaksikan para panitia yang sigap memandu hewan kurban ke tempat pemotongan. Bagi sebagian besar dari mereka, ini adalah tontonan langka yang hanya hadir setahun sekali.
Bukan Sekadar Tontonan, tapi Edukasi Keagamaan
Seorang warga, Ahmad (45), mengaku sengaja mengajak ketiga anaknya untuk melihat langsung proses pemotongan. "Biar mereka tahu dari mana daging kurban itu berasal. Ini bagian dari pendidikan agama yang tidak bisa diajarkan lewat buku saja," ujarnya di sela-sela acara.
Para orang tua lain terlihat mendampingi anak-anak mereka, sesekali menjelaskan makna di balik penyembelihan hewan kurban. Momen ini menjadi ruang belajar langsung tentang nilai keikhlasan dan berbagi.
Antrean Panjang Warga yang Ingin Menyaksikan
Proses pemotongan di Masjid Jami Atta’Awun berlangsung tertib. Panitia yang terdiri dari pemuda masjid dan pengurus DKM bekerja cepat. Warga yang datang tak hanya dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari kelurahan tetangga.
Seorang panitia menyebutkan, antusiasme warga tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. "Banyak yang datang sejak subuh. Mereka ingin melihat prosesi dari awal hingga daging siap dibagikan," katanya.
Suasana Semarak yang Menyatukan Warga
Di luar area pemotongan, sejumlah tenda berdiri untuk pendataan dan pembagian kupon. Anak-anak berlarian sambil memegang bungkus daging mentah yang baru saja diterima. Tak sedikit warga yang saling bersalaman dan berbincang, mempererat tali silaturahmi di hari yang fitri.
Pemandangan serupa terjadi di berbagai titik di Kota Depok. Namun, di Masjid Jami Atta’Awun, suasana kebersamaan itu terasa lebih kental. Prosesi pemotongan hewan kurban bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan peristiwa sosial yang dinanti.
Hingga siang hari, daging kurban mulai didistribusikan ke warga yang berhak. Panitia memastikan pembagian berjalan merata dan tepat sasaran, sesuai dengan semangat Idul Adha: berbagi kebahagiaan kepada sesama.