BOGOR — Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap kasus kematian seorang wanita yang jasadnya ditemukan di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal. Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso membeberkan motif pelaku yang ternyata dilatarbelakangi persoalan pribadi.
Motif Pelaku: Cemburu Buta hingga Cekcok
Dari hasil pemeriksaan, tersangka berinisial R (35) mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena rasa cemburu. Keduanya diketahui saling kenal dan terlibat cekcok sebelum peristiwa nahas itu terjadi.
"Motif sementara karena cemburu. Pelaku dan korban saling kenal. Cekcok terjadi di lokasi kejadian," kata Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso dalam konferensi pers, Senin lalu.
Kronologi Singkat: Berawal dari Janjian Bertemu
Peristiwa bermula saat korban dan tersangka sepakat bertemu di Jalan Sholeh Iskandar. Pertemuan itu justru berujung pada pertengkaran hebat. Dalam situasi emosi, pelaku diduga mencekik korban hingga tak sadarkan diri.
Warga yang melintas kemudian menemukan jasad korban dalam posisi terlentang di pinggir jalan. Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Tak butuh waktu lama, petugas bergerak dan menangkap R di lokasi berbeda tak jauh dari TKP.
Barang Bukti dan Pasal yang Dijeratkan
Polisi menyita sejumlah barang bukti dari tangan tersangka, termasuk pakaian korban dan handphone milik pelaku. Dari hasil visum, korban diketahui meninggal akibat kekurangan oksigen lantaran dicekik.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis. Ia disangkakan melanggar Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Respons Keluarga dan Langkah Polisi Selanjutnya
Keluarga korban yang datang ke Mapolresta Bogor Kota tampak tak kuasa menahan tangis. Mereka meminta proses hukum berjalan seadil-adilnya. Pihak kepolisian memastikan kasus ini ditangani secara profesional dan transparan.
"Kami akan terus mendalami pemeriksaan, termasuk kemungkinan adanya tersangka lain. Saat ini fokus kami pada tersangka utama," ujar Kombes Pol Bismo.
Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan beredarnya informasi di media sosial.