Pencarian

Puluhan Wali Murid Geruduk SDN Kertajaya 04 Rumpin Bogor, Bantah Isu Pungli Acara Perpisahan Sekolah

Sabtu, 23 Mei 2026 • 12:38:06 WIB
Puluhan Wali Murid Geruduk SDN Kertajaya 04 Rumpin Bogor, Bantah Isu Pungli Acara Perpisahan Sekolah
Puluhan wali murid membantah isu pungli dalam acara perpisahan SDN Kertajaya 04 Rumpin, Bogor.

RUMPIN — Puluhan wali murid yang mayoritas ibu-ibu menggeruduk SDN Kertajaya 04 di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, baru-baru ini. Aksi itu dipicu beredarnya isu pungutan liar atau pungli dalam acara perpisahan sekolah yang disebut-sebut bernama "samenan".

Namun, para wali murid yang datang justru membantah keras tuduhan tersebut. Mereka mengaku biaya yang dikumpulkan untuk kegiatan perpisahan kelas VI telah melalui musyawarah dan disepakati bersama antara komite sekolah dengan orang tua siswa.

Bukan Pungli, Tapi Iuran Sukarela Hasil Musyawarah

"Kami datang ke sini bukan untuk demo, tapi untuk meluruskan. Tidak ada pungli. Semua biaya sudah kami rundingkan bersama komite dan wali murid lainnya," ujar salah satu perwakilan wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Para ibu itu menegaskan bahwa iuran bersifat sukarela dan besarannya pun telah disepakati dalam rapat yang dihadiri puluhan orang tua siswa. Menurut mereka, tuduhan pungli yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Apa Itu Acara Samenan yang Jadi Polemik?

"Samenan" adalah istilah lokal di sebagian wilayah Bogor untuk menyebut acara perpisahan atau syukuran kelulusan siswa. Kegiatan ini biasanya digelar di luar jam sekolah dengan melibatkan komite, guru, dan wali murid.

Di SDN Kertajaya 04, acara samenan direncanakan sebagai bentuk apresiasi untuk siswa kelas VI yang akan lulus. Rencananya, acara akan diisi dengan doa bersama, hiburan sederhana, dan pemberian cinderamata.

Kronologi: Dari Isu Medsos Hingga Aksi ke Sekolah

Isu pungli ini pertama kali mencuat di grup percakapan warga dan media sosial. Beberapa pihak menyebut sekolah menarik biaya di luar ketentuan resmi. Informasi itu kemudian menyebar cepat dan memicu kegaduhan di lingkungan warga Rumpin.

Mengetahui hal itu, puluhan wali murid yang merasa dirugikan namanya lantas mendatangi SDN Kertajaya 04. Mereka ingin klarifikasi langsung ke pihak sekolah dan komite, sekaligus membantah tuduhan yang dinilai tidak berdasar.

Tanggapan Pihak Sekolah: Tidak Ada Paksaan

Pihak SDN Kertajaya 04 melalui perwakilan guru menyatakan bahwa kegiatan perpisahan adalah program komite yang melibatkan partisipasi orang tua. Sekolah hanya memfasilitasi ruang dan waktu.

"Tidak ada paksaan. Kalau ada wali murid yang keberatan, mereka tidak diwajibkan membayar. Ini murni inisiatif komite dan orang tua," ujar seorang guru yang enggan disebutkan identitasnya.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di SDN Kertajaya 04 sudah kembali kondusif. Para wali murid dan pihak sekolah sepakat akan memperbaiki koordinasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Bagikan
Sumber: radarbogor.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks