BANDUNG — Perawatan rumput dan drainase Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) masih berjalan, sehingga manajemen klub memilih memindahkan sementara tiga jadwal kandang ke Kabupaten Bandung. Peninjauan pada Selasa (29/9/2026) menunjukkan lapangan sudah berkembang dibandingkan periode sebelumnya, tetapi belum cukup untuk menggelar pertandingan resmi.
Dua laga berlangsung dalam kompetisi Super League 2026/27, sementara satu pertandingan lain adalah AFC Champions League Two melawan Viettel FC. Seluruhnya digelar di Stadion Si Jalak Harupat (SJH).
Manajemen menargetkan perawatan rampung sepanjang Oktober. Jika tercapai, GBLA diharapkan kembali dipakai untuk laga kandang mulai November 2026.
Target November belum menjadi kepastian. Manajemen menempatkan hasil akhir perawatan dan kelayakan lapangan sebagai pertimbangan utama sebelum stadion itu dipakai lagi untuk pertandingan resmi.
Artinya, jadwal kandang Persib pada November masih bisa berubah tergantung kondisi rumput dan fasilitas pendukung di GBLA. Klub menyatakan akan terus memantau perkembangan perawatan tersebut.
Bagi tim, perpindahan venue menuntut penyesuaian lokasi, fasilitas, hingga pengelolaan pertandingan kandang. Hal serupa sudah dijalani Persib pada periode sebelumnya ketika GBLA belum bisa digunakan.
Dampaknya lebih terasa bagi Bobotoh. GBLA bukan sekadar stadion, melainkan pusat atmosfer pertandingan Persib. Absennya Pangeran Biru dari sana sepanjang Oktober memperpanjang masa tunggu suporter untuk menyaksikan tim berlaga di markas sendiri.
Manajemen menyampaikan apresiasi kepada Bobotoh atas dukungan selama pertandingan kandang digelar di Stadion Si Jalak Harupat.
Pertanyaan berikutnya sederhana: seberapa cepat perawatan GBLA benar-benar tuntas. Dengan tiga laga Oktober yang sudah dialihkan ke SJH, perhatian tertuju pada apakah target kembali menjadi kandang Persib pada November 2026 dapat terealisasi.
Keputusan final tetap bergantung pada hasil akhir perawatan dan kelayakan lapangan untuk pertandingan resmi.