BP Taskin dan PWNU Jabar Rombak Ekonomi 26 Juta Warga Nahdliyin, Mulai dari 10 Kecamatan

Penulis: Zaki Mubarak  •  Rabu, 30 September 2026 | 15:13:01 WIB
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko dan Ketua PWNU Jabar Juhadi Muhammad berdiskusi di Kantor PWNU Jawa Barat, Bandung.

Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menggandeng Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat untuk merombak struktur ekonomi warga Nahdliyin dari pola agraris tradisional menjadi masyarakat industri berbasis keterampilan otot dan otak. Kerja sama itu dimatangkan dalam pertemuan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko dengan Ketua PWNU Jabar Juhadi Muhammad di Kantor PWNU Jawa Barat, Bandung. Tahap awal perombakan akan dijalankan lewat pembentukan ekosistem Badan Usaha Milik NU (BUMNU) di 10 kecamatan se-Jawa Barat pada akhir tahun ini.

BANDUNG — Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menyebut pengentasan kemiskinan yang diusung Presiden Prabowo Subianto bukan program bantuan langsung tunai atau bantuan sosial untuk kebutuhan dasar mendesak. Menurutnya, yang dikejar adalah perombakan sistem ekonomi, dan konsekuensinya perilaku sosial masyarakat ikut berubah.

Program perombakan itu menyasar warga Nahdliyin di Jawa Barat. Jaringan 13 ribu pesantren dan ekosistem 26 juta warga NU di provinsi tersebut dinilai sebagai pasar mandiri yang sangat masif.

Dari Konsumen Menjadi Produsen

Budiman meminta warga NU berani mengubah peran dari sekadar konsumen menjadi produsen. Langkah awal bisa dimulai dari komoditas cepat habis atau Fast Moving Consumer Goods (FMCG) seperti perlengkapan mandi, bumbu dapur, hingga jamu-jamuan.

"NU adalah pemilik pasar. Kalau ada orang NU mengembangkan BUMNU terus pertanyaannya gimana memasarkannya, itu saja saya katakan ini aneh. Jadi NU jangan bertanya gimana memasarkannya, itu pertanyaan yang tidak boleh. Kalau NU, ya aku adalah pasar, sekaligus kita mau mendorong aku adalah produsen," kata Budiman selepas pertemuan.

Dalam skema pemberdayaan ini, BP Taskin berperan sebagai koordinator orkestrasi antar-kementerian. Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi, hingga Kementerian Perdagangan dilibatkan untuk mengintegrasikan rantai produksi BUMNU dari hulu hingga hilir.

10 Kecamatan Jadi Titik Awal, dari Total 620 di Jabar

BP Taskin memproyeksikan perombakan ekonomi warga NU tahap awal direalisasikan melalui pembentukan ekosistem BUMNU. Eksekusi pertama menyasar 10 titik kecamatan se-Jawa Barat pada akhir tahun ini, dari total 620 kecamatan di wilayah Jabar.

Pemilihan kecamatan percontohan belum dirinci dalam pertemuan tersebut. Yang jelas, integrasi modal sosial dan orkestrasi kebijakan pemerintah pusat ditargetkan memutus rantai ketimpangan ekonomi.

Target jangka panjangnya adalah mengakselerasi warga miskin berbasis agraris menuju kemandirian ekonomi daerah secara berkelanjutan.

PWNU Jabar Siap Turun ke Pesantren dan Majelis Taklim

Ketua PWNU Jawa Barat Juhadi Muhammad menyambut baik sinergi bersama BP Taskin. Ia menegaskan komitmen PWNU mentransformasikan program pemberdayaan ekonomi hingga ke tingkat pesantren, lembaga pendidikan, dan majelis taklim di daerah.

"Oleh karena itu, diskusi kami PWNU dengan BP Taskin, mudah-mudahan ini nanti akan ditindaklanjuti dan PWNU akan turun ke bawah. Mudah-mudahan warga negara Indonesia ini bisa sejahtera dari alam dan otot menjadi otot dan otak," kata Juhadi.

Pertemuan di Kantor PWNU Jawa Barat itu dihadiri jajaran PWNU dan Badan Usaha Milik NU. Hasil diskusi akan ditindaklanjuti dengan penurunan program ke basis-basis warga NU di daerah.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top