JAWA BARAT — Ferry Maryadi mengaku punya pendekatan khusus saat memerankan sosok pejabat dalam film drama komedi Conjurig. Dalam konferensi pers jelang penayangan, Senin (28/9/2026), aktor senior itu menyebut cara bertutur dan bahasa tubuh jadi bagian paling menantang dari perannya. Film produksi Global Borneo Entertainment bersama Bima Sakti Pictures dan Imagine ini tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026.
Ferry Maryadi bergabung ke proyek Conjurig setelah diajak langsung oleh sutradara Tubagus Deddy. Ia sempat ragu karena diminta memerankan sosok Sunda, sementara kesehariannya jauh dari budaya tersebut. Meski begitu, Ferry bersyukur dialog dalam film ini tidak terlalu menyulitkannya.
"Keseharian saya kan Manado, ya. Manado banget gitu, he'eh," ujar Ferry, yang langsung disambut tawa para pemain lain di ruangan.
Bagi Ferry, kesulitan utama bukan soal logat, melainkan karakter pejabat yang ia mainkan. Ia merasa perlu mengatur cara bertutur dan bahasa tubuh agar tidak menimbulkan kesan salah di layar.
Ferry menekankan pentingnya kehati-hatian dalam memilih kata dan gestur. Menurutnya, penonton bisa saja menangkap perannya sebagai gambaran nyata sosok pejabat, padahal itu murni pendekatan akting.
Ekspresi wajahnya yang tampak berat di film, kata Ferry, memang disengaja. "Beban. Beban. Makanya kalau lihat muka saya di situ agak tertekan, memang sengaja tertekan," tuturnya.
Tubagus Deddy memberi Ferry keleluasaan penuh untuk berimprovisasi. Ruang itu ia pakai untuk menghidupkan dialog dan ritme adegan komedi.
Ferry sadar ada beberapa kata dalam dialognya yang mungkin kurang berkenan di telinga sebagian penonton. Namun ia menegaskan pilihan kata itu dipakai sebagai ekspresi khas orang Bandung dalam percakapan sehari-hari.
"Bukan makian, bukan kayak orang-orang lain yang berkata kasar memaki-maki, tidak seperti itu," jelasnya.
Conjurig mengisahkan Piit (Dito Darmawan), pemuda yang memilih menjadi cosplayer pocong di kawasan alun-alun Bandung setelah kehilangan pekerjaan. Pulang ke Bandung tanpa arah, Piit juga harus menanggung patah hati.
Di tengah kebingungannya, Piit bertemu Tamy (Maizura), cosplayer bergaya gothic yang berusaha lepas dari bayang-bayang identitasnya sebagai cucu penyanyi ternama. Pertemuan keduanya membawa dinamika baru dalam pencarian jati diri masing-masing.
Kisah Piit terinspirasi dari komunitas cosplayer pocong nyata di Bandung bernama Comjurig. Film ini tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 1 Oktober 2026.
Conjurig menambah daftar film komedi lokal yang mengangkat subkultur anak muda sebagai bahan cerita, sebuah pendekatan yang belakangan makin sering dipakai sineas Indonesia untuk menyasar penonton muda.