BANDUNG — Kuliah umum di UNLA Kota Bandung menjadi ajang Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto menyoroti pentingnya kemampuan beradaptasi bagi mahasiswa baru. Menurut dia, adaptif berarti kemampuan membaca perubahan dan menyesuaikan diri terhadap siapa pun, di mana pun, serta dalam situasi dan kondisi apa pun. Pipit menilai dinamika teknologi saat ini berjalan sangat cepat sehingga mahasiswa tidak bisa bertahan dengan cara berpikir yang kaku.
Selain adaptif, Kapolda Jabar mendorong mahasiswa baru UNLA untuk lebih responsif terhadap perkembangan situasi terkini. Sikap itu dinilainya menjadi modal agar mahasiswa bisa lebih unggul saat menyelesaikan studi dan masuk ke dunia kerja.
Pipit menjelaskan, kemampuan adaptif tidak cukup hanya dipahami sebagai teori. Mahasiswa dituntut mempraktikkannya dalam keseharian kampus, mulai dari cara berkomunikasi dengan dosen, berorganisasi, hingga merespons isu sosial yang muncul di sekitar mereka.
"Diantaranya itu adaptif. Jadi kemampuan untuk membaca perubahan, kemampuan menyesuaikan diri kepada siapapun, di manapun, dalam situasi dan kondisi apapun, apalagi teknologi atau dinamika perkembangannya cukup luar biasa dalam perubahan-perubahan ini," katanya usai memberikan materi kuliah umum.
Soal responsif, Kapolda menyebut mahasiswa perlu cepat menangkap perkembangan situasi yang ada saat ini. Menurutnya, kepekaan terhadap perubahan menjadi pembeda antara lulusan yang siap kerja dan yang tertinggal.
"Kemudian yang berikutnya responsif, kita mendorong adik-adik mahasiswa juga cepat merespons tentang adanya perkembangan situasi yang ada saat ini," ungkapnya.
Pipit berharap mahasiswa baru UNLA dapat menjadi penerus bangsa yang memegang estafet kepemimpinan lebih baik lagi. Ia bahkan menyebut Wagub Jabar Erwan Setiawan sebagai salah satu contoh figur pemimpin yang bisa diteladani para mahasiswa.
Kapolda juga menyinggung keberadaan Pusat Studi Kepolisian di UNLA sebagai pintu kerja sama. Lewat pusat studi itu, kepolisian dan kampus akan bersama-sama mengkaji setiap isu masalah yang ada di Jawa Barat.
"Mudah-mudahan mereka bisa menggantikan para pimpinan-pimpinan yang lebih baik lagi, bisa seperti Pak Wagub (Jabar), bisa menjadi politisi yang baik. Juga kami mengharapkan mereka jadi mitra strategis, di sini ada Pusat Studi Kepolisian, sehingga kami akan bersama-sama untuk mengkaji setiap isu-isu masalah yang ada di Jawa Barat," imbuhnya.
Di lokasi yang sama, Wagub Jabar Erwan Setiawan meminta mahasiswa baru UNLA belajar dengan penuh ketekunan. Ia menekankan integritas sebagai hal yang paling penting untuk dijaga, baik selama menjalani kuliah maupun saat nanti bekerja.
Erwan berharap integritas yang dijaga membuat mahasiswa bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu. Nilai itu juga dinilainya menjadi bekal agar lulusan UNLA dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas.
"Kami berharap mereka belajar dengan penuh ketekunan dan menjaga integritas, karena integritas ini sangat penting, bagaimana mereka nanti bisa menyelesaikan kuliah ini tepat waktu, bisa nanti bekerja dengan tetap menjaga integritas, dan bisa bermanfaat," pungkasnya.
Kuliah umum ini menjadi salah satu agenda awal mahasiswa baru UNLA Kota Bandung sebelum menjalani perkuliahan reguler. Kehadiran Kapolda Jabar dan Wagub Jabar di kampus yang memiliki Pusat Studi Kepolisian itu menandai kerja sama antara institusi kepolisian, pemerintah provinsi, dan perguruan tinggi dalam membentuk karakter generasi muda Jawa Barat.