Pemkab Tasikmalaya Kirim 245 Lulusan Perguruan Tinggi Ikut Pemagangan Nasional, Buka Peluang Kerja hingga Jepang

Penulis: Zaki Mubarak  •  Selasa, 22 September 2026 | 10:03:01 WIB
Pemkab Tasikmalaya melepas 245 lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti program pemagangan nasional, Senin (21/9).

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melepas 245 lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti program pemagangan nasional di Tasikmalaya, Senin (21/9). Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi menyebut program ini sebagai prioritas pemerintah daerah untuk memperluas akses kerja generasi muda, termasuk peluang penempatan tenaga kerja ke Jepang. Pemkab juga meminta Balai Latihan Kerja dan BUMD memperkuat pelatihan bahasa serta pembiayaan bagi warga yang ingin bekerja ke luar negeri.

TASIKMALAYA — Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tasikmalaya memfasilitasi pemagangan nasional bagi 245 lulusan perguruan tinggi. Program ini menjadi pintu masuk bagi generasi muda daerah untuk mengenal tuntutan dan budaya kerja perusahaan sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja.

Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi menegaskan bahwa perluasan akses kerja bagi generasi muda menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, tujuan akhirnya bukan sekadar bekerja, tetapi juga mendapatkan penghasilan dan hidup mandiri.

Peluang Kerja ke Jepang Lewat Pemagangan dan Penempatan

Pemkab Tasikmalaya tidak hanya mendorong warganya bekerja di berbagai daerah dalam negeri. Peluang kerja ke luar negeri, salah satunya Jepang, juga dibuka melalui program pemagangan dan penempatan tenaga kerja.

Asep menyebut persiapan ke luar negeri butuh matang, terutama kemampuan bahasa. Selama ini bahasa menjadi salah satu kendala utama tenaga kerja Indonesia yang hendak berangkat.

"Untuk kerja di luar negeri butuh persiapan matang, terutama bahasa, selama ini salah satu kendala tenaga kerja kita adalah bahasa, karena itu, laboratorium bahasa juga perlu diperkuat," katanya.

BLK dan BUMD Diminta Ambil Peran

Pemkab meminta Balai Latihan Kerja terus menggenjot pelatihan berbagai kemampuan sesuai kebutuhan industri. Selain itu, BUMD diminta turut membantu pembiayaan warga yang ingin ikut pelatihan kerja ke luar negeri agar aksesnya lebih luas.

Asep mengapresiasi langkah Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tasikmalaya yang memfasilitasi pemagangan nasional bagi 245 lulusan perguruan tinggi di daerah itu. Lewat program ini, peserta dinilai punya wadah untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.

"Program pemagangan ini, mereka memiliki wadah untuk terus belajar, memotivasi diri dan meningkatkan kompetensi," ujarnya.

Pengalaman Magang Jadi Modal Menekan Angka Pengangguran

Menurut Asep, peserta pemagangan nasional sedang menyiapkan diri sebelum masuk dunia kerja sebenarnya. Mereka mengenal lebih dulu tuntutan dan budaya kerja di perusahaan tempat magang.

Pengalaman selama magang dinilai bisa menjadi modal penting untuk menjadi karyawan tetap. Jalur ini diharapkan menekan angka pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya.

"Ini menjadi salah satu upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya," katanya.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top