INDRAMAYU — Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Indramayu bergerak cepat setelah menerima laporan warga soal kobaran api di rumah Muhamad. Menurut Kabid Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, armada dan peralatan disiapkan begitu laporan masuk, lalu tim meluncur ke lokasi dan tiba sekitar pukul 00.07 WIB.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 45 menit. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas menyisir lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang bisa memicu kebakaran susulan.
Keterangan tokoh masyarakat setempat, H. Eko, menyebut kebakaran berawal dari perselisihan antara Subhan dan Apip. Dalam laporan kejadian, perselisihan itu memicu emosi dan salah seorang di antaranya diduga membakar kain lalu melemparkannya ke tempat tidur.
Tempat tidur tersebut menyimpan sejumlah barang mudah terbakar. Api pun menjalar cepat dan membesar hingga membakar rumah.
Jajat menegaskan penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Informasi awal yang diterima petugas berasal dari keterangan warga di sekitar lokasi.
"Untuk penyebab kebakaran sendiri masih dalam penanganan dan belum dapat dipastikan. Informasi awal yang kami terima berasal dari keterangan masyarakat di sekitar lokasi," kata Jajat.
Dugaan sementara soal perselisihan keluarga belum dinyatakan sebagai penyebab resmi. Petugas masih mendalami keterangan sejumlah pihak.
Rumah beserta sejumlah perabotan rumah tangga mengalami kerusakan. Total kerugian sementara ditaksir sekitar Rp150 juta.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Petugas Damkar Kabupaten Indramayu bersama warga sekitar memastikan kondisi lokasi tetap aman setelah pemadaman selesai.
Jajat meminta warga segera menghubungi petugas begitu melihat kebakaran. Menurutnya, kecepatan laporan sangat menentukan agar api tidak meluas.
"Kami mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi petugas apabila terjadi kebakaran. Kecepatan laporan sangat membantu petugas dalam melakukan pemadaman dan mencegah api meluas," ujarnya.