Veda Ega Pratama Finis Kedelapan di FP1 Moto3 Austria, Hakim Danish ke-18

Penulis: Valdi Pratama  •  Jumat, 18 September 2026 | 15:07:31 WIB

JAWA BARAT — Veda Ega Pratama menutup sesi latihan bebas pertama Moto3 Austria di posisi kedelapan. Pembalap Indonesia berusia 17 tahun itu sempat melesat ke posisi keenam sebelum tergelincir dua peringkat di sisa waktu FP1 di Sirkuit Red Bull Ring.

Almansa mencatat waktu terbaik 1 menit 40,595 detik pada putaran terakhirnya. Catatan itu menjadi acuan pembalap lain sepanjang sesi, termasuk Veda Ega yang sempat mendekat ke posisi enam.

Veda Ega Sempat Tertinggal di Posisi 21 Sebelum Bangkit

Pembalap Indonesia itu membuka FP1 dari posisi ke-11. Rekan setimnya, Zen Mitani, memulai sesi dari peringkat ke-16.

Sepuluh menit pertama berjalan, posisi Veda Ega merosot ke peringkat 17. Situasi makin sulit ketika FP1 tersisa 13 menit — ia terjun ke posisi 21.

Veda Ega baru menemukan ritme di penghujung sesi. Dengan waktu kurang dari tiga menit tersisa, ia melesat ke posisi keenam. Sayang, dua pembalap lain menyalipnya di putaran final sehingga ia harus puas finis kedelapan.

Hakim Danish Mengawali Cepat, Berakhir di Peringkat 18

Pembalap Malaysia Hakim Danish menunjukkan start yang menjanjikan. Ia langsung menembus posisi ketiga pada fase awal FP1.

Danish sempat turun ke posisi keenam sebelum kembali masuk tiga besar. Namun ia kehilangan momentum di paruh akhir sesi dan menutup FP1 di peringkat ke-18.

Catatan Waktu Terbaik Milik Almansa

David Almansa mengamankan posisi teratas dengan torehan 1 menit 40,595 detik. Waktu tersebut terpaut hampir dua detik dari catatan sementara yang ia ukir sepuluh menit pertama, 1 menit 42,279 detik.

Hasil FP1 ini menjadi modal awal bagi Veda Ega dan Hakim Danish sebelum sesi latihan bebas kedua. Keduanya masih punya ruang untuk memperbaiki catatan waktu dan posisi di klasemen sementara Moto3 Austria.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top