World Clean Up Day 2026, Warga SMA Negeri 1 Nagreg Bergerak Serentak Bersihkan Sekolah dan Sekitarnya

Penulis: Uki Damayanti  •  Jumat, 18 September 2026 | 12:31:01 WIB

NAGREG — Kepala SMA Negeri 1 Nagreg Toteng Suhara menjelaskan, momentum World Clean Up Day dimanfaatkan untuk memperkuat kebiasaan bebersih yang sudah tertanam di sekolah. Seluruh siswa dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan tingkat kelas dengan wilayah kerja masing-masing.

Pembagian Tugas: Kelas 10, 11, dan 12 Punya Wilayah Masing-Masing

“Hari ini anak-anak kami bagi tiga. Kelas 10 membersihkan taman, lahan kosong, serta area di luar sekolah-depan, samping, dan belakang. Kelas 11 fokus di halaman dan taman Kampus 1 sambil menyiram tanaman. Kelas 12 membersihkan halaman lapangan dan menyiram tanaman di Kampus 2,” ujar Toteng usai kegiatan.

Guru dan tenaga kependidikan ikut turun tangan. Setiap ruangan dibersihkan oleh penghuninya masing-masing: ruang kepala sekolah oleh kepala sekolah, ruang wakasek oleh wakasek, ruang guru oleh para guru, ruang TU oleh staf TU, ruang ekstrakurikuler oleh pengurus, serta UKS oleh anggota PMR. Wali kelas mendampingi siswa di kelas masing-masing.

Hasilnya, seluruh sudut sekolah tampak tertata rapi. Ruang kelas, toilet, ruang ekstrakurikuler, UKS, hingga lahan kosong semuanya bersih.

Pendidikan Karakter Dimulai dari Membersihkan Toilet

Toteng menegaskan, pelibatan siswa dalam menjaga kebersihan merupakan bagian dari pendidikan karakter sesuai harapan Kadisdik. Ia menyebut kebiasaan ini terbentuk karena sekolah yang memulai programnya.

“Mereka terbiasa membersihkan halaman, kelas, bahkan toilet. Ternyata anak-anak mau, asal sekolah yang membuat programnya. Setelah toilet bersih-termasuk kerak kuningnya-mereka juga senang. Tinggal dipelihara,” katanya.

Sampah Terpilah Berkat Program Sikobar

Sampah dikelola secara terpilah. Botol plastik dimasukkan ke keranjang khusus, sementara sampah lain dibawa ke TPS sementara lalu dipilah petugas caraka menjadi organik dan nonorganik.

Volume sampah relatif sedikit berkat program Sikobar (Si Kotak Anti Runtah). “Anak-anak sudah terbiasa membawa misting dan tumbler. Jajan cilok pakai misting, jus pakai tumbler. Jadi sampahnya hanya satu-dua,” ungkap Toteng.

Program Berseka sendiri merupakan instruksi Dinas Pendidikan Jawa Barat. Setiap sekolah wajib memiliki jadwal bebersih, sementara World Clean Up Day menjadi aksi serentak yang sejalan dengan gerakan global.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: jabarekspres.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top