1.060 Siswa SMPN 4 Sumedang Ikuti Pekan Kokurikuler Greens Vatsoe, Jelajahi Kaki Gunung Palasari

Penulis: Valdi Pratama  •  Kamis, 17 September 2026 | 14:46:31 WIB

SUMEDANG — Pekan Kokurikuler Greens Vatsoe digelar SMPN 4 Sumedang sebagai wujud dukungan sekolah terhadap program pelestarian lingkungan. Sedikitnya 1.060 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX terlibat dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung Kamis (17/9/2026).

Peserta tidak hanya berkegiatan di dalam kelas. Mereka berjalan kaki menyusuri rute dari lingkungan sekolah menuju kawasan kaki Gunung Palasari. Perjalanan itu sekaligus dimanfaatkan untuk mengenalkan nilai sejarah dan keberadaan gua purbakala di kawasan tersebut.

Tiga Kategori Aksi Sesuai Tingkatan Kelas

Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam beberapa kategori aksi yang disesuaikan dengan tingkat kelas siswa. Siswa kelas VII dilibatkan dalam aksi Ecoleksa, kelas VIII melalui program Green Crew Vatsoe, dan kelas IX tergabung dalam Aksi Vatsoe.

Wakasek Bidang Kesiswaan SMPN 4 Sumedang, Iyus Yusman Ruswandi, menyatakan Pekan Kokurikuler Tahun Pelajaran 2026/2027 ini didesain khusus untuk mengasah kreativitas dan menanamkan kebiasaan positif siswa.

"Tujuannya untuk mengisi kemampuan dan kreativitas anak-anak di bidang kokurikuler. Ini juga menjadi pembiasaan agar anak-anak mendapatkan tanggung jawab yang positif melalui kegiatan yang dilakukan langsung di lapangan," kata Iyus kepada KAPOL.ID, Kamis (17/9/2026).

Gua Purbakala Jadi Titik Akhir Penjelajahan

Kawasan kaki Gunung Palasari dipilih sebagai lokasi utama rangkaian aksi. Gua purbakala yang tersimpan di kawasan itu menjadi titik akhir penjelajahan sebelum rombongan kembali berjalan menuju kompleks SMPN 4 Sumedang.

Pihak sekolah menilai momentum perjalanan tersebut efektif untuk mengkampanyekan kepedulian lingkungan sekaligus memperkenalkan warisan sejarah lokal kepada peserta didik.

Penyegaran di Jeda Tengah Semester

Kegiatan ini sengaja dihadirkan sebagai sarana penyegaran di tengah jeda semester. Iyus berharap gelaran tersebut memberi pengalaman baru dan memacu semangat belajar siswa.

"Mudah-mudahan melalui kegiatan ini dan kebiasaan yang dibangun, anak-anak semakin semangat belajar dan prestasinya semakin meningkat. Mereka mendapatkan energi baru setelah melakukan penyegaran di jeda tengah semester ini," tuturnya.

Ia menegaskan aktivitas kokurikuler bukan sekadar agenda luar ruang biasa. Kegiatan ini berperan sebagai instrumen pembentukan karakter, menumbuhkan kepedulian ekologis, serta melatih kemandirian dan tanggung jawab anak didik.

Kultur Cinta Lingkungan Jadi Kebiasaan Harian

Melalui Pekan Kokurikuler Greens Vatsoe, SMPN 4 Sumedang optimistis kultur cinta lingkungan dapat berakar kuat menjadi kebiasaan sehari-hari siswa. Kebiasaan itu diharapkan tetap terbawa, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah kehidupan masyarakat luas.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: kapol.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top