JAWA BARAT — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pasar plug-in hybrid di Indonesia masih jalan di tempat. Sepuluh model PHEV dengan distribusi terbesar sepanjang Agustus 2026 hanya mengirim 1.871 unit dari pabrikan ke diler. Angka itu tidak sampai sepertiga volume HEV di periode yang sama.
BYD M6 DM sendirian menyumbang 1.161 unit, atau lebih dari separuh total distribusi 10 besar. Artinya, hampir seluruh volume PHEV yang tercatat bulan lalu bertumpu pada satu model saja.
Chery Tiggo 8 CHS berada di urutan kedua dengan 319 unit. Jetour T1 i-DM menyusul di posisi ketiga dengan 140 unit.
Chery kembali muncul lewat Tiggo 9 CSH AWD yang mencatat 74 unit. Jaecoo J7 SHS-P melengkapi lima besar dengan 59 unit.
Sepuluh model HEV terlaris mencatat distribusi gabungan 6.790 unit pada Agustus 2026. Toyota Veloz Hybrid memimpin dengan 2.267 unit, disusul Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid 2.137 unit.
Jaraknya makin lebar saat dibandingkan dengan mobil listrik murni. Sepuluh model BEV terlaris mengirim 14.223 unit, sekitar 7,6 kali lipat volume PHEV di periode yang sama.
Selisih itu memperlihatkan konsumen Indonesia masih memilih HEV atau BEV ketimbang PHEV. Teknologi PHEV memang menggabungkan mesin pembakaran dan motor listrik, plus bisa dicas dari sumber eksternal. Tapi berdasarkan data Agustus, kombinasi itu belum cukup menarik minat pasar lokal.