SUMEDANG — DLHK Kabupaten Sumedang menjalankan patroli rutin di kawasan Tahura Gunung Palasari untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Kawasan ini berada dekat pemukiman penduduk dan pernah terbakar saat kemarau melanda lahan kering.
Patroli dibagi dua sesi piket dan parole setiap hari, pukul 09.00 WIB dan 15.00 WIB.
Kepala DLHK Sumedang Maman Wasman menyebut petugas memantau kondisi sekat bakar, jalur patroli, dan area bekas kebakaran. Deteksi dini juga dilakukan terhadap potensi titik api, asap, aktivitas pembakaran, dan vegetasi kering.
"Ada dua sesi piket dan parole setiap hari, yaitu pukul 09.00 WIB dan 15.00 WIB, dengan fokus pada pemantauan kondisi sekat bakar, jalur patroli, serta area bekas kebakaran," kata Maman, Minggu (13/9/2026), dilansir laman Pemkab Sumedang.
Maman meminta warga tidak membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan pembakaran di sekitar kawasan hutan.
"Hutan adalah kehidupan. Mari bersama menjaga Tahura Gunung Palasari dari ancaman kebakaran. Jangan membuang puntung rokok sembarangan. Jangan melakukan pembakaran di sekitar kawasan hutan," ujarnya.
Sumedang menjadi kabupaten dengan kejadian karhutla terbanyak di Jawa Barat hingga Agustus 2026. Bupati Dony Ahmad Munir mengaku Pemkab Sumedang bersama pemangku kepentingan lain meningkatkan sosialisasi dan edukasi karhutla sejak Juni lalu.
"Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi sejak memasuki bulan Juni untuk mulai bersiap menghadapi musim kemarau. BMKG memperkirakan puncak musim kemarau 2026 akan terjadi pada periode Juli hingga September," kata Dony.
Menurutnya, informasi prakiraan cuaca dan musim dibutuhkan untuk mendukung berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga mitigasi bencana.