JAWA BARAT — Pekan pertama jadi modal berharga tuan rumah. Bali United menang 2-1 atas PSS Sleman, sementara Isenmulang pulang dengan luka setelah dibantai Arema Malang 0-4.
Cedera Ferari jadi pukulan paling berat. Pemain bertahan itu harus istirahat cukup panjang, memaksa pelatih Johny merombak lini belakang lebih cepat dari rencana.
Nama Brandon Wilson dan Kadek Arel muncul sebagai opsi pengganti. Keduanya kemungkinan besar mengisi pos yang ditinggalkan Ferari dan Lam sejak menit awal.
Rotasi di sektor pertahanan bukan pilihan ideal, tapi Johny tak punya banyak alternatif dengan skuad yang ada. Kadek Arel sudah akrab dengan atmosfer Dipta, sedangkan Wilson punya mobilitas untuk menutup ruang di lini tengah sekaligus belakang.
Kekalahan 0-4 dari Arema jadi bahan evaluasi mendalam buat tim asuhan Mundari Karya. Bangkit di kandang Bali United jelas bukan tugas ringan.
Isenmulang butuh poin untuk mengangkat kepercayaan diri pemain. Tapi catatan tandang mereka ke Gianyar tidak berpihak, dan tekanan publik tuan rumah akan jadi ujian mental tersendiri.
Bali United: Mike Hauptmeijer (kiper), Kadek Arel, Tim Geypen, Rizky Fajrin, Brandon Wilson, Quevens, Thijmen Goppel, Tepei Yachida, Rachmat Arjuna, Jort van der Sande, Reyco Balk.
Isenmulang: Jefri Wibowo (kiper), Ardi Ramdani, Leo Lelis, Douglas Cruz, Brayen Pondaag, Modou Manneh, Galuh Nata, Makan Konate, Gufroni, Sergio Mendonca, Vinicius Baiano.
Secara kualitas skuad dan faktor kandang, Bali United diunggulkan. Isenmulang punya materi pemain berpengalaman seperti Makan Konate dan Sergio Mendonca, tapi konsistensi masih jadi pekerjaan rumah.
Duel di Dipta jadi kesempatan Bali United menjauh dari tekanan di papan atas klasemen awal musim. Bagi Isenmulang, hasil imbang saja sudah jadi modal berharga untuk membangun kembali kepercayaan diri.