Dinkes Cianjur Minta Warga Pakai Masker dan Kacamata Saat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Turun

Penulis: Zaki Mubarak  •  Selasa, 08 September 2026 | 17:46:01 WIB
Warga melintas dengan mengenakan masker saat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyelimuti wilayah Cianjur, Jawa Barat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengimbau masyarakat tetap mengenakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar rumah untuk menghindari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Imbauan ini disampaikan menyusul abu vulkanik yang masih terlihat turun di sebagian besar wilayah Cianjur dan berisiko memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

CIANJUR — Permintaan masker di sejumlah apotek di Cianjur melonjak tajam setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali menyelimuti wilayah tersebut. Sebagian apotek bahkan terpaksa menolak pembeli karena stok habis sejak dua hari terakhir.

Pemilik Apotek Ryad, Hasan Usenk, mengatakan dalam satu hari dirinya menolak lebih dari 30 orang pembeli yang mencari masker berbagai jenis. Pemesanan ke penyedia barang pun belum membuahkan hasil.

“Permintaan cukup tinggi, bahkan dalam satu hari kami terpaksa menolak lebih dari 30 orang pembeli karena stok habis dan pemesanan ke penyedia belum mendapat jawaban,” katanya.

Partikel Tajam dan Zat Kimia Mengancam Kesehatan

Kepala Dinkes Cianjur Made Setiawan menyebut abu vulkanik yang jatuh mengandung partikel tajam serta zat kimia yang dapat memicu ISPA, iritasi mata, hingga gangguan pada kulit. Karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan, terutama bagi mereka yang tetap beraktivitas di luar rumah.

“Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang turun di Cianjur masih terlihat, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan demi menjaga kesehatan terutama dari gangguan ISPA dan iritasi mata,” ujarnya di Cianjur, Selasa.

Langkah Perlindungan Saat Berada di Dalam Rumah

Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah selama paparan abu vulkanik berlangsung. Jika berada di dalam rumah, pintu, jendela, dan ventilasi udara sebaiknya ditutup agar abu tidak masuk ke ruangan.

Selain masker, Made meminta warga menggunakan kacamata pelindung untuk mencegah abu masuk dan mengiritasi mata. Penggunaan lensa kontak juga sebaiknya dihindari selama abu vulkanik masih turun.

“Mengenakan pakaian tertutup seperti baju tangan panjang dan celana panjang guna melindungi kulit dari paparan abu vulkanik, rutin mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar rumah,” katanya.

Puskesmas Diminta Bagikan Masker dan Edukasi Warga

Dinkes Cianjur telah memerintahkan seluruh puskesmas di wilayahnya untuk memberikan edukasi mengenai bahaya abu vulkanik bagi kesehatan. Pembagian masker kepada masyarakat juga dilakukan sebagai upaya perlindungan dari paparan partikel berbahaya.

Imbauan ini menjadi perhatian serius karena para pelajar di Cianjur masih masuk sekolah seperti biasa. Mereka termasuk kelompok yang paling rentan terpapar abu vulkanik saat berangkat dan pulang sekolah.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top