BRI Catat Laba Bersih Rp31,2 Triliun hingga Triwulan II 2026, Kredit Tumbuh 16,2 Persen

Penulis: Valdi Pratama  •  Senin, 07 September 2026 | 20:31:01 WIB
Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi menyampaikan paparan kinerja perseroan dalam konferensi pers di Bogor.

BOGOR — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan komitmennya menjaga imbal hasil bagi pemegang saham di tengah akselerasi pertumbuhan bisnis. Hingga Triwulan II 2026, perseroan secara konsolidasian membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh ekspansi kredit yang mencapai 16,2 persen yoy. Di sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau NPL tercatat turun dari 3,0 persen menjadi 2,9 persen pada periode yang sama.

Rasio Permodalan Tetap Kuat di Level 21,5 Persen

BRI juga mempertahankan rasio kecukupan modal (CAR) pada level 21,5 persen, berada di atas target jangka panjang perseroan yang dipatok minimal 20 persen. Posisi ini dinilai memberikan ruang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.

Kinerja tersebut menjadi modal penting bagi BRI untuk menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan kebutuhan pengembangan bisnis jangka panjang. Pertumbuhan modal yang utamanya berasal dari laba memperkuat kapasitas perseroan dalam membiayai ekspansi.

Kebijakan Dividen Dipertimbangkan dari Berbagai Faktor

Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi menyatakan, kebijakan dividen perseroan tidak ditetapkan secara sembarangan. Keputusan tersebut mempertimbangkan kinerja keuangan, tingkat permodalan, kebutuhan pengembangan bisnis, kondisi perekonomian, serta keputusan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“BRI senantiasa berkomitmen untuk menciptakan nilai yang optimal dan berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham. Terkait dividend payout ratio, kebijakan dividen Perseroan ditetapkan dengan mempertimbangkan berbagai faktor secara komprehensif,” ujar Achmad dalam keterangan resminya.

Penciptaan Nilai Tak Hanya dari Dividen dan Capital Gain

Bagi BRI, penciptaan nilai bagi pemegang saham tidak semata-mata dilihat dari besarnya dividen dan capital gain. Perseroan juga menilai dari kemampuan meningkatkan laba, memperkuat fundamental, menjaga kualitas aset, serta menghasilkan pertumbuhan jangka panjang.

“Kami melihat penciptaan nilai bagi pemegang saham dari perspektif yang jauh lebih luas. Dengan optimalisasi alokasi modal ini, kami berkomitmen untuk menciptakan pertumbuhan laba yang solid, sehingga mampu memberikan hasil dan nilai yang semakin meningkat bagi seluruh pemegang saham,” imbuh Achmad.

Strategi Pertumbuhan yang Disiplin ke Depan

Ke depan, BRI akan terus menjalankan strategi pertumbuhan secara disiplin dengan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas aset, profitabilitas, dan kecukupan modal. Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dengan fundamental yang solid.

“Fokus kami adalah memastikan setiap keputusan alokasi modal mampu menciptakan nilai yang optimal dalam jangka panjang. Pertumbuhan BRI hari ini dapat menjadi fondasi bagi penciptaan shareholder value yang semakin kuat dan berkelanjutan di masa mendatang,” pungkas Achmad.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: bogordaily.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top