JAWA BARAT — Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia pada Januari–Juni 2026 tercatat 108.989 orang, menempatkan Taiwan di posisi ke-13 penyumbang wisatawan mancanegara. Angka ini masih jauh di bawah potensi, mengingat total perjalanan outbound warga Taiwan ke Asia mencapai lebih dari 12,6 juta perjalanan pada periode yang sama.
Dari jumlah tersebut, Jepang menyerap sekitar 4,6 juta wisatawan Taiwan, disusul Mainland China 2,1 juta, Korea Selatan 1,4 juta, Vietnam 706 ribu, dan Thailand 645.687. Indonesia baru menguasai kurang dari satu persen pangsa pasar outbound Taiwan ke Asia.
Kabar baik bagi calon wisatawan Taiwan dan pelancong Indonesia: STARLUX Airlines akan membuka rute penerbangan langsung Taipei-Denpasar mulai 1 Oktober 2026. Penerbangan dijadwalkan beroperasi lima kali seminggu, setiap Senin, Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu.
“Konektivitas baru ini diharapkan membuka akses lebih luas bagi wisatawan Taiwan untuk menjelajahi Indonesia, tidak hanya Bali tetapi juga berbagai destinasi lain,” ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2026).
Wonderful Indonesia Sales Mission di Taipei mempertemukan 21 pelaku industri pariwisata Indonesia—meliputi perusahaan perjalanan, tour operator, Destination Management Company (DMC), dan penyedia akomodasi—dengan lebih dari 49 buyers asal Taiwan. Forum berlangsung dalam format table top meeting dan networking session untuk menjajaki transaksi dan kerja sama jangka panjang.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Kemenpar dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA), serta STARLUX Airlines.
Selain Bali, sejumlah destinasi Indonesia diperkenalkan kepada calon wisatawan Taiwan, di antaranya Jakarta, Yogyakarta, Pasuruan di Jawa Timur, Surabaya, dan Labuan Bajo. Konsep quality tourism menjadi penawaran utama, mencakup wisata bahari, wisata kebugaran (wellness tourism), wisata gastronomi, serta pengalaman budaya dan alam.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepercayaan terhadap Wonderful Indonesia, memperkuat daya saing dengan destinasi kompetitor, serta menghasilkan kesepakatan nilai transaksi penjualan dan potensi kerja sama berkelanjutan,” jelas Made.
Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo menilai Taiwan memiliki prospek besar bagi industri pariwisata Indonesia. Tingginya mobilitas warga Taiwan—tercatat meningkat 16,3 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya—menjadi peluang yang belum dimanfaatkan maksimal.
Dengan tambahan rute penerbangan langsung dan promosi yang menyesuaikan karakter perjalanan wisatawan Taiwan, Indonesia berpeluang merebut pangsa pasar yang selama ini didominasi negara tetangga. Bagi traveler Indonesia, kehadiran rute baru ini juga berarti pilihan koneksi internasional yang lebih fleksibel dari Bali menuju Taiwan dan sebaliknya.