Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan Muncul Lagi, Petugas Padamkan Titik Api dari Pagi Hingga Siang

Penulis: Valdi Pratama  •  Jumat, 04 September 2026 | 13:31:31 WIB
Petugas pemadaman kembali diterjunkan untuk menangani titik api dan kepulan asap yang muncul di TPSA Ciniru, Kuningan, Kamis (3/9/2026).

KUNINGAN — Perjuangan memadamkan api di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, rupanya belum berakhir. Meski sempat dinyatakan terkendali, titik api dan kepulan asap kembali terlihat di area pembuangan sampah tersebut, memaksa petugas untuk kembali turun ke lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, mengatakan pihaknya langsung merespons kondisi itu dengan menerjunkan satu unit mobil tangki air sejak pukul 08.30 WIB, Kamis (3/9/2026).

Awalnya Dinyatakan Terkendali

Operasi pemadaman besar-besaran sejatinya telah berlangsung 13 hari, terhitung sejak 12 hingga 24 Agustus 2026. Tim teknis akhirnya memutuskan untuk menghentikan operasi utama pada Senin malam (24/8/2026) setelah menilai kondisi di lokasi telah terkendali.

Keputusan itu ternyata tidak sepenuhnya mengakhiri persoalan. Setelah operasi utama dihentikan, asap tipis dan api kecil masih kerap muncul dari tumpukan sampah, menuntut kewaspadaan ekstra dari para petugas.

Apa Langkah yang Diambil Petugas?

"Monitoring, penanganan, pemadaman lanjutan dan pendinginan dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB di beberapa titik yang terdapat kepulan asap dan ada beberapa yang muncul kembali titik api," ujar Indra, Kamis (3/9/2026).

Penanganan ini bukan yang pertama dilakukan pasca-pemadaman utama. Pada periode 26 hingga 31 Agustus 2026, BPBD Kuningan bersama UPT Damkar telah mengerahkan dua unit tangki BPBD dan dua unit kendaraan pemadam UPT Damkar untuk proses pendinginan di sejumlah titik kritis.

Upaya serupa kembali dilakukan pada Rabu (2/9/2026) dengan menerjunkan satu unit tangki BPBD, dan berlanjut keesokan harinya dengan skema penanganan yang hampir sama.

Butuh Alat Berat untuk Penanganan Lanjutan

Berdasarkan catatan BPBD Kuningan, penanganan kebakaran yang kian berkepanjangan ini menuntut kebutuhan logistik dan peralatan yang tidak sedikit. Selain tim penanganan yang siaga, kebutuhan akan peralatan pemadaman, alat berat untuk membongkar tumpukan sampah yang masih membara, serta logistik bagi petugas menjadi prioritas utama untuk mencegah api kembali membesar.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: kuninganmass.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top