KUNINGAN — Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menegaskan Kuliah Pengabdian Mahasiswa (KPM) bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik. Kegiatan itu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung hidup bermasyarakat dan mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah.
Hal itu disampaikan Tuti saat menutup resmi rangkaian KPM Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah (STISHK) Kuningan di Aula Kantor Kecamatan Kalimanggis, Rabu (2/9/2026). Kegiatan itu dihadiri Ketua STISHK Kuningan Dr. Mualim, Camat Kalimanggis Neni Betty Rosalinda Watty, para kepala desa, serta peserta KPM.
Saat membacakan pesan Bupati Kuningan, Tuti menyampaikan permohonan maaf karena bupati tidak dapat hadir. Ia juga menyampaikan harapan agar pengalaman selama pengabdian menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi di tengah masyarakat.
Ketua STISHK Kuningan Dr. Mualim menyebut KPM adalah bagian dari proses mahasiswa untuk kembali kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa lahir dari masyarakat, sehingga ilmu yang diperoleh di kampus harus bermanfaat bagi orang banyak.
"KPM bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan bagian dari proses mahasiswa untuk kembali kepada masyarakat," ujarnya di hadapan peserta dan undangan.
Menurut Dr. Mualim, jalannya KPM di wilayah Kalimanggis menunjukkan kuatnya penerimaan warga. Ia bersyukur para mahasiswa mendapat tempat tinggal atau posko tanpa dibebani biaya oleh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Dr. Mualim menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Kalimanggis, Pemerintah Kabupaten Kuningan, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat yang telah menerima mahasiswa dengan baik. Ia juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan KPM terdapat sikap maupun perilaku mahasiswa yang kurang berkenan.
Sebagai bentuk terima kasih, panitia memberikan cinderamata kepada para kepala desa yang menjadi lokasi pengabdian mahasiswa STISHK. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Ustadz Yayat Hidayat.
Camat Kalimanggis Neni Betty Rosalinda Watty merasa terhormat kegiatan penutupan KPM tahun ini berlangsung di wilayahnya dan dihadiri langsung Wakil Bupati. Di sela sambutannya, ia menggambarkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat yang cukup beragam.
Dia mencontohkan Desa Kertawana yang memiliki cukup banyak pelaku usaha frozen food. Menurut Neni, gambaran itu menunjukkan struktur sosial ekonomi masyarakat Kalimanggis tidak tunggal dan memiliki peluang pengembangan.
Pada momen yang sama, Ketua STISHK Kuningan memperkenalkan kampus dan menyampaikan informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) kepada masyarakat Kecamatan Kalimanggis. Dr. Mualim berharap informasi itu diteruskan kepada warga yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
STISHK Kuningan membuka program kelas karyawan dengan potongan biaya pendidikan sebesar 50 persen. Kebijakan ini diharapkan mempermudah masyarakat yang ingin kuliah sambil bekerja.