Resmi Beroperasi, Pabrik BYD di Subang Serap 5.000 Pekerja Lokal dengan Investasi Rp 11,7 Triliun

Penulis: Valdi Pratama  •  Kamis, 03 September 2026 | 13:32:01 WIB
Suasana area pabrik PT BYD Motor Indonesia di Subang, Jawa Barat, saat peresmian operasional pabrik kendaraan listrik tersebut, Kamis (3/9/2026).

SUBANG — PT BYD Motor Indonesia resmi mengoperasikan pabrik kendaraan listrik di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Fasilitas produksi ini berdiri di atas lahan 126 hektare dengan kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun.

Peresmian pabrik ditandai dengan kehadiran sejumlah pejabat negara, di antaranya Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Totodua Pasaribu.

Tahap Awal Langsung Serap 5.000 Pekerja Lokal

Dampak ekonomi paling terasa dari beroperasinya pabrik ini adalah penyerapan tenaga kerja. Pada fase awal, lebih dari 5.000 pekerja lokal telah direkrut dan ditempatkan di berbagai lini produksi.

Jumlah itu disebut akan terus bertambah seiring peningkatan kapasitas produksi. Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd, menargetkan total 20 ribu tenaga kerja Indonesia bisa bergabung ketika pabrik beroperasi penuh.

"Pabrik ini ketika sudah mencapai kapasitas produksi maksimal. Target kami 20 ribu pekerja Indonesia yang bisa bergabung," ujar Liu dalam sambutannya.

Investasi Rp 11,7 Triliun untuk Kapasitas 150 Ribu Unit

Subang dipilih sebagai lokasi pabrik perakitan kendaraan listrik BYD dengan total nilai investasi mencapai Rp 11,7 triliun. Angka tersebut menjadikannya salah satu investasi asing terbesar di sektor manufaktur kendaraan listrik di Jawa Barat.

Liu menegaskan komitmen perusahaan untuk melakukan seluruh proses manufaktur secara komprehensif di dalam negeri.

"Seluruh proses produksi dilakukan di Indonesia. Untuk proses produksinya mencakup pengecatan, pengelasan, dan proses akhir. Ini sebuah pencapaian yang baru," tegas Liu.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi realisasi investasi ini sebagai simbol kemajuan industrialisasi nasional. Kehadiran pabrik disebut bakal mendongkrak industri komponen lokal yang memasok kebutuhan produksi.

Etos Kerja Pekerja Indonesia Dinilai Tinggi

Liu Xueliang secara khusus menyoroti kualitas sumber daya manusia Indonesia yang bekerja di pabriknya. Ia menilai para staf lokal memiliki dedikasi tinggi dalam menguasai teknologi manufaktur kendaraan listrik.

"Tenaga kerja di Indonesia 5 ribu orang lebih, staf Indonesia sangat rajin dan tekun dalam melakukan pekerjaan," ujarnya.

Delapan Model BYD Dipamerkan di Lokasi Pabrik

Dalam acara peresmian, BYD memamerkan lini kendaraan listrik andalannya kepada para tamu dan pekerja. Beberapa model yang hadir antara lain hatchback Atto 1, crossover Atto 3, sedan Seal, dan city car Dolphin.

Jajaran kendaraan keluarga seperti MPV M6, SUV Sealion 07, hingga mobil mewah Denza D9 turut memeriahkan area pabrik. Kehadiran model-model ini sekaligus menunjukkan kesiapan BYD memproduksi beragam segmen kendaraan di Indonesia.

Dengan beroperasinya pabrik ini, Jawa Barat makin mengukuhkan posisinya sebagai lumbung industri manufaktur otomotif tanah air, seiring target pemerintah mempercepat adopsi kendaraan listrik di dalam negeri.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: topik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top