Imunisasi Anak SD: Vaksin Booster dan Manfaatnya untuk Perlindungan Jangka Panjang

Penulis: Wendra Kusuma  •  Rabu, 02 September 2026 | 20:22:01 WIB
siswa SD Negeri 2 Banjar Bali mengikuti imunisasi lanjutan di Buleleng pada Rabu (2/9/2026).

JAWA BARAT — Moms, tahukah Anda bahwa masa sekolah dasar adalah momen krusial untuk memperbarui perlindungan kesehatan si kecil? Di usia ini, kekebalan tubuh yang didapat dari imunisasi saat bayi mulai menurun. Karena itu, pemerintah melalui program Kementerian Kesehatan menjalankan imunisasi lanjutan yang diberikan secara berkala di sekolah-sekolah dasar.

Baru-baru ini, kita bisa melihat bagaimana proses ini berlangsung dengan aman dan tertib. Tepatnya pada Rabu (2/9/2026), sebanyak 20 siswa SD Negeri 2 Banjar Bali di Buleleng mengikuti kegiatan imunisasi yang dimulai pukul 09.30 WITA.

Mengapa Imunisasi Diulang di Sekolah Dasar?

Kegiatan ini bukan tanpa alasan. Imunisasi lanjutan di SD berfungsi untuk memperkuat kembali antibodi anak. Seiring bertambahnya usia, perlindungan dari vaksinasi saat balita bisa berkurang, sehingga anak kembali berisiko tertular penyakit berbahaya.

Program ini menyasar siswa kelas 1 dan kelas 5. Sasaran yang berbeda ini menyesuaikan dengan jenis vaksin yang diberikan pada rentang usia tersebut. Pelaksanaannya sendiri dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dari Puskesmas Buleleng 1.

Vaksin Apa Saja yang Diberikan? Ini Daftarnya

Moms, penting untuk mengetahui jenis vaksin apa saja yang disuntikkan ke putra-putri kita di sekolah. Di kegiatan ini, ada beberapa jenis vaksin yang menjadi fokus utama:

1. Campak dan Rubela (MR)
Vaksin ini adalah tameng utama untuk mencegah penyakit campak dan rubela. Campak bisa menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, sementara rubela berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan cacat bawaan pada janin.

2. Difteri dan Tetanus (DT/Td)
Difteri adalah infeksi bakteri yang bisa menyumbat saluran pernapasan, sedangkan tetanus menyerang sistem saraf dan menyebabkan otot kaku. Imunisasi ulang di usia sekolah memastikan anak tetap terlindungi dari kedua penyakit ini.

3. Vaksin HPV untuk Siswi
Ini kabar baik untuk ibu dengan anak perempuan. Di usia sekolah, siswi juga mulai diberikan imunisasi HPV. Vaksin ini merupakan upaya pencegahan dini terhadap risiko kanker leher rahim (serviks) di masa depan mereka nanti.

Sinergi Lintas Sektor untuk Keamanan Anak

Yang menarik dari pelaksanaan di Banjar Bali ini adalah hadirnya Babinsa Banjar Bali, Serka Josef Taihuttu, bersama Lurah Banjar Bali dan Bhabinkamtibmas. Kehadiran mereka bukan tanpa tujuan, melainkan untuk memastikan proses imunisasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah kelurahan, pihak sekolah (guru dan staf SD Negeri 2 Banjar Bali), serta tenaga kesehatan ini adalah contoh nyata bahwa kesehatan anak adalah tanggung jawab bersama. Dukungan moril dari orang dewasa di sekitar juga membuat anak-anak merasa lebih nyaman dan tenang. Kegiatan yang selesai pada pukul 11.00 WITA tersebut dilaporkan berlangsung lancar tanpa kendala.

Peran Orang Tua dalam Kesuksesan Imunisasi Sekolah

Moms, keberhasilan program imunisasi di sekolah tidak lepas dari peran kita di rumah. Sebelum jadwal pelaksanaan tiba, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

Pastikan anak dalam kondisi sehat. Jika demam atau sedang sakit berat, komunikasikan dengan guru atau petugas kesehatan. Jangan lupa untuk selalu membawa buku rapor kesehatan atau kartu imunisasi anak agar riwayat vaksinasi tercatat dengan lengkap.

Dengan memberikan imunisasi lanjutan, kita sedang menanamkan investasi kesehatan jangka panjang untuk masa depan anak. Perlindungan ini akan menemani mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat dan produktif. Sudahkah Anda mengecek jadwal imunisasi lanjutan si kecil di sekolahnya?

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: gentra.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top