Angka Harapan Hidup di Kabupaten Bogor Sentuh 74,90 Tahun, Pemkab Perkuat Sekolah Lansia Bina Keluarga

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Rabu, 02 September 2026 | 15:30:31 WIB
Angka harapan hidup warga Kabupaten Bogor mencapai 74,90 tahun, mendorong Pemkab memperkuat program Sekolah Lansia Bina Keluarga.

BOGOR — Meningkatnya usia harapan hidup warga Kabupaten Bogor mendorong pemerintah daerah memastikan kualitas hidup lansia tetap terjaga. Mereka tidak hanya diposisikan sebagai penerima layanan, tetapi juga sebagai individu yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini, mengatakan program pemberdayaan lansia tidak cukup berfokus pada aspek kesehatan semata. Menurutnya, warga lanjut usia perlu memperoleh ruang untuk belajar, bersosialisasi, mengembangkan kemampuan, serta mempertahankan peran di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Lansia Didorong Tetap Berperan di Keluarga

“Lansia bukan hanya penerima pelayanan, tetapi juga memiliki potensi, pengalaman dan peran yang dapat terus diberikan bagi keluarga dan masyarakat,” kata Sussy dalam keterangan yang dikutip baru-baru ini.

Pernyataan itu merespons tren demografi di Kabupaten Bogor yang mencatat peningkatan jumlah penduduk berusia lanjut. Data menyebutkan angka harapan hidup laki-laki di daerah tersebut mencapai 74,47 tahun, sementara untuk perempuan sedikit lebih tinggi di angka 74,90 tahun.

Dengan usia harapan hidup yang kian panjang, Pemkab Bogor menilai perlu ada jaminan agar masa lanjut usia dijalani dengan kualitas hidup yang baik, bukan sekadar umur yang panjang tanpa dukungan kesehatan fisik dan mental yang memadai.

Belajar di Sekolah Lansia Wijayakusuma

Salah satu wadah yang dikembangkan Pemkab Bogor adalah Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Wijayakusuma yang berlokasi di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Ciomas. Program ini mendapat dukungan dan fasilitasi penuh dari DP3AP2KB Kabupaten Bogor.

Keberadaan sekolah lansia itu diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam menjalani masa lanjut usia. Materi yang diajarkan mencakup penguatan kemandirian serta upaya menjaga kesehatan fisik dan mental agar para peserta tetap aktif di tengah masyarakat.

Melalui wadah ini, Pemkab Bogor berharap para lansia di Ciomas dan sekitarnya dapat saling berbagi pengalaman. Mereka juga didorong untuk terus berkontribusi, sehingga keberadaannya tetap dirasakan manfaatnya oleh keluarga dan lingkungan sekitar.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: bogor-today.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top