MAJALENGKA — Pengayuh becak tradisional di Majalengka yang berusia minimal 55 tahun dan masuk kelompok desil 1-5 bakal menerima becak listrik dari Presiden Prabowo. Bupati Majalengka Eman Suherman menyebut 300 unit kendaraan bertenaga baterai itu sudah tiba dan disimpan di Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Jalan Lingkar Utara, Cikasarung.
Bantuan tidak diberikan dengan syarat sembarang. Pemkab Majalengka mengacu pada dua indikator utama, yaitu rentang usia pengayuh dan data desil dalam Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
"Iya, jadi becak listrik di Majalengka, kita alhamdulillah mendapatkan 300 unit. Kemudian syarat-syarat penerimanya, mereka yang sudah berumur 55 sampai 60 tahun ke atas. Desilnya 1 sampai 5," kata Eman dalam keterangannya dikutip Selasa (1/9/2026).
Eman menambahkan, data desil atau tingkat kesejahteraan rumah tangga menjadi dasar penetapan penerima. "Iya, dihitung desil. Itu harus betul-betul orang yang membutuhkan," ujarnya.
Becak listrik dihadirkan untuk mengurangi beban fisik para pengayuh yang selama ini mengayuh becak manual. Dengan tenaga listrik, beban saat mengayuh menjadi lebih ringan.
"Tujuannya untuk membantu pengayuh becak yang selama ini pakai tradisional diubah menjadi modern. Kemudian dalam mengayuh becak kan tidak terlalu berat karena dibantu dengan listrik," jelasnya.
Sebelum diserahkan, para penerima akan mengikuti pelatihan operasional becak listrik. Kendaraan ini menggunakan sistem elektronik yang perlu dipahami penggunanya, sehingga pelatihan menjadi bagian penting dalam proses penyaluran.