Karhutla Kalteng Meluas, Gubernur Agustiar Perintahkan Perbanyak Sumur Bor di 6 Daerah Rawan

Penulis: Wendra Kusuma  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:50:02 WIB
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabra memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (29/8/2026) malam.

JAWA BARAT — Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabra, menginstruksikan penambahan sumur bor secara masif di sejumlah titik prioritas rawan karhutla. Instruksi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (29/8/2026) malam.

Agustiar menegaskan bahwa ketersediaan sumber air menjadi faktor penentu kecepatan respons tim pemadam di lapangan, terutama di lokasi yang jauh dari sungai atau sumber air permukaan.

"Sumur bor harus ditambah di lokasi-lokasi yang memang membutuhkan. Petakan titiknya dengan baik, sehingga ketika terjadi kebakaran, sumber air sudah tersedia dan tim tidak lagi kesulitan mendapatkannya," ujarnya.

Enam Wilayah Prioritas dan Fungsinya untuk Gambut

Instruksi gubernur menyasar enam wilayah yang menjadi perhatian utama, yakni Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas, Kotawaringin Timur (khususnya Sampit), Katingan, dan Seruyan. Penambahan sumur bor ini bukan sekadar untuk memadamkan api, tetapi juga menjadi instrumen menjaga lahan gambut tetap basah guna mencegah api muncul kembali dari bawah permukaan.

Luas Lahan Terbakar Capai 60 Ribu Hektare

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, melaporkan masih terdapat 15 titik kebakaran yang belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Namun, 10 titik dengan kondisi terparah sebelumnya telah berhasil ditangani.

"Secara kumulatif, tercatat 38.916 titik panas dengan luas lahan terbakar berdasarkan laporan daerah mencapai 60.028,77 hektare. Data Sipongi mencatat luas lahan terbakar 7.634,46 hektare dari 2.090 kejadian karhutla," ujar Toyib.

Personel Gabungan Diperkuat hingga 10.700 Orang

Penanganan di lapangan saat ini melibatkan 7.208 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga relawan. Jumlah tersebut ditargetkan terus diperkuat hingga mencapai 10.700 personel.

Ahmad menjelaskan pola penanganan tidak hanya berfokus pada mengejar kobaran api. Pembasahan kawasan gambut menjadi bagian penting untuk mencegah api menjalar kembali.

"Pembasahan lahan menjadi salah satu langkah penting, terutama pada kawasan gambut. Air dari sumber terdekat dipompa untuk menjaga kondisi lahan agar tetap basah dan mengurangi potensi api menjalar di bawah permukaan," katanya.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top