SUKABUMI — Kebiasaan berangkat dengan waktu mepet tidak hanya memicu stres, tetapi juga mengubah cara pengendara mengambil keputusan di jalan. Ketika dikejar waktu, fokus terhadap keselamatan kerap terkalahkan oleh keinginan untuk segera tiba di tujuan.
Padahal, perubahan perilaku berkendara yang lebih aman bisa dimulai dari hal paling mendasar, yakni mengatur ulang waktu perjalanan. Memberi jeda ekstra sebelum berangkat dinilai mampu menekan potensi pelanggaran lalu lintas yang kerap berujung fatal.
Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma, menegaskan bahwa manajemen waktu adalah fondasi dari berkendara yang bertanggung jawab. Dengan tidak dalam kondisi terburu-buru, pengendara memiliki kesempatan lebih besar untuk mematuhi aturan serta mengambil keputusan secara bijak.
“Berangkat lebih awal merupakan salah satu kebiasaan sederhana yang dapat membantu pengendara lebih tenang dan fokus selama perjalanan. Ketika tidak dikejar waktu, pengendara memiliki kesempatan lebih baik untuk memperhatikan kondisi sekitar, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengambil keputusan berkendara dengan lebih bijak. Karena itu, manajemen waktu juga menjadi bagian penting dalam menerapkan keselamatan berkendara,” ujar Ludhy.
Membangun kebiasaan berangkat lebih awal tidak serta-merta instan. Ada beberapa langkah antisipasi yang bisa diterapkan pengendara, terutama bagi mereka yang beraktivitas di wilayah perkotaan dengan mobilitas tinggi.
Sebelum berangkat, perkirakan waktu tempuh dan tambahkan jeda sekitar 15–20 menit. Waktu tambahan ini menjadi bantalan saat menghadapi kemacetan tak terduga, cuaca buruk, atau hambatan lain di sepanjang rute. Dengan begitu, pengendara tidak perlu memaksakan diri saat kondisi jalan tidak sesuai perkiraan.
Kekacauan di pagi hari sering kali dimulai dari persiapan yang dilakukan secara mendadak. Menyiapkan perlengkapan berkendara, surat-surat kendaraan, dan barang bawaan sejak malam sebelumnya dapat memangkas risiko tergesa-gesa. Pastikan juga kondisi sepeda motor dalam keadaan prima sebelum digunakan.
Tiba lebih awal di tempat tujuan memberikan ruang untuk beristirahat sejenak sebelum memulai aktivitas. Daripada mengejar waktu di jalan raya, memiliki waktu luang di lokasi tujuan jauh lebih menyehatkan secara fisik dan mental.
“Tidak perlu terburu-buru untuk sampai lebih cepat. Berikan waktu yang cukup untuk perjalanan, sehingga kita dapat berkendara dengan lebih nyaman dan yang terpenting tetap mengutamakan keselamatan. Karena perjalanan yang baik bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, tetapi bagaimana kita dapat tiba di tujuan dengan selamat,” tambah Ludhy.
Dengan membiasakan diri berangkat lebih awal, pengendara tidak hanya mendapatkan waktu perjalanan yang lebih longgar, tetapi juga turut membangun budaya tertib berlalu lintas. Kebiasaan sederhana ini menjadi langkah nyata untuk selalu #Cari_Aman di setiap perjalanan. **