Harga Bitcoin Tembus US$80.142 Usai Konsolidasi, Solana Cetak Rekor Kenaikan Mingguan 20 Persen

Penulis: Zaki Mubarak  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:01:01 WIB
Bitcoin menembus level psikologis US$80.142,80 setelah konsolidasi, menguat 1,78 persen dalam 24 jam terakhir.

JAKARTA — Geliat pasar aset kripto global kembali terasa di tengah para investor Tanah Air. Setelah beberapa hari bergerak datar di level US$78.000, tekanan beli yang kuat berhasil mendorong Bitcoin menembus level psikologis US$80.000. Data perdagangan terbaru menunjukkan BTC bertengger di harga US$80.142,80, menguat 1,78 persen dalam 24 jam terakhir.

Dalam sepekan terakhir, aset dengan kapitalisasi pasar terbesar ini mencatat penguatan signifikan hingga 7,20 persen. Kondisi ini memupus kekhawatiran para analis akan kelanjutan tren koreksi dan memicu optimisme baru di kalangan pelaku pasar kripto domestik.

Solana Pimpin Penguatan Altcoin, BNB Tembus US$700

Perhatian utama pasar tertuju pada Solana (SOL) yang menjadi penggerak utama reli altcoin. Harga SOL melonjak 6,03 persen dalam perdagangan harian ke level US$107,29. Kinerja mingguan SOL bahkan lebih impresif dengan torehan kenaikan hingga 20,01 persen, menjadikannya aset dengan performa terbaik di antara mata uang kripto utama lainnya.

Sementara itu, Binance Coin (BNB) sukses menembus level resisten US$700 dan kini diperdagangkan di kisaran US$709,08. Hyperliquid (HYPE) juga ikut menguat 3,10 persen ke posisi US$83,77, sementara Chainlink (LINK) masuk dalam daftar pantauan investor dengan kenaikan mingguan 8,45 persen di harga US$11,76.

Di sisi lain, Zcash (ZEC) mulai menunjukkan fase konsolidasi setelah sebelumnya mengalami reli kuat. Pola pergerakan ini dinilai wajar oleh sejumlah pengamat sebagai bagian dari siklus pasar setelah lonjakan harga yang cepat.

Apa Pendorong Reli Bitcoin dan Altcoin?

Penguatan pasar kripto saat ini tidak terlepas dari sentimen positif terhadap perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat. Para pelaku pasar menilai kepastian hukum yang semakin jelas di negara dengan ekonomi terbesar dunia tersebut mampu menarik minat investor institusional untuk masuk ke aset kripto.

Selain itu, kondisi likuiditas global yang masih longgar turut menjadi katalis penguatan. Modal yang melimpah mencari instrumen investasi dengan imbal hasil tinggi, dan aset kripto menjadi salah satu pilihan utama.

Kendati demikian, volatilitas tetap menjadi risiko utama yang harus diwaspadai. Pergerakan harga yang cepat dalam beberapa hari terakhir bisa berbalik arah sewaktu-waktu, sehingga investor disarankan untuk tidak lengah dan senantiasa menerapkan manajemen risiko yang ketat.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: terasjabar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top