Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Puncak-Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menewaskan empat orang dan melukai delapan lainnya. Hasil pemeriksaan sementara kepolisian menyebut rem truk yang terlibat tidak berfungsi baik, dengan temuan minyak rem tercampur air hingga kebocoran pada bagian rem depan kiri.
CIANJUR — Satuan Lalu Lintas Polres Cianjur bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Barat masih mendalami penyebab kecelakaan beruntun yang terjadi di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas. Insiden yang melibatkan lima kendaraan itu terjadi saat truk melaju dari arah Puncak menuju Cipanas dan diduga mengalami rem blong.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur Ipda Ahmad Prio Gunawan mengatakan, pemeriksaan awal terhadap truk menemukan sejumlah indikasi kuat gangguan sistem pengereman. Temuan itu antara lain minyak rem yang tercampur air, kebocoran pada bagian rem depan kiri, serta kondisi roda belakang kiri yang sudah gundul.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Delapan orang lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kendaraan yang terlibat terdiri dari satu truk, dua minibus, dan dua sepeda motor. Truk diduga menghantam empat kendaraan dari arah berlawanan, yakni mobil Suzuki Ertiga, Toyota Avanza, dan dua sepeda motor.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas tidak menemukan jejak pengereman di lokasi. Hal ini memperkuat dugaan bahwa sistem rem truk memang tidak berfungsi saat kecelakaan terjadi.
“Petugas tidak menemukan jejak pengereman di lokasi kejadian saat melakukan olah tempat kejadian perkara, bahkan sebelum kecelakaan kendaraan tersebut sempat berhenti untuk beristirahat,” kata Ipda Ahmad Prio Gunawan di Cianjur, Rabu.
Menurut keterangan yang dihimpun kepolisian, truk tidak menunjukkan gangguan saat pertama kali memasuki jalan menurun. Kendaraan baru terasa oleng sebelum akhirnya menghantam sejumlah kendaraan dari arah berlawanan.
“Menurut keterangan yang diperoleh, kondisi kendaraan saat itu belum menunjukkan adanya gangguan ketika memasuki jalan menurun baru terasa, dimana kendaraan sempat oleng sebelum menghantam sejumlah kendaraan,” ujarnya.
Polisi masih memeriksa pengemudi truk secara intensif. Status hukum sopir belum ditetapkan karena proses penyelidikan masih berjalan dan pihaknya mengutamakan penanganan terhadap korban.
Penyidik juga mendalami riwayat perawatan kendaraan, termasuk jadwal servis terakhir dan pemeriksaan kelayakan jalan. Cek kesehatan sopir turut dilakukan untuk memastikan kondisi fisiknya saat mengemudi.
Hasil pemeriksaan narkoba terhadap pihak yang diduga berkaitan dengan kecelakaan menunjukkan hasil negatif. Selain faktor kendaraan dan pengemudi, kepolisian juga menyoroti kondisi infrastruktur di lokasi kejadian sebagai bagian dari penyelidikan menyeluruh.