Ustadzah Awit Fitriani Akan Isi Tabligh Akbar di Cisewu Garut, Padukan Dakwah dengan Humor Sunda

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:44:32 WIB
Ribuan warga Cisewu dan sekitarnya diperkirakan memadati Lapang Lemahluhur untuk mengikuti Tabligh Akbar bersama Ustadzah Awit Fitriani, Kamis malam (27/8/2026).

GARUT — Ribuan warga Cisewu dan sekitarnya diproyeksikan memadati Lapang Lemahluhur pada Kamis malam, 27 Agustus 2026. Ustadzah Awit Fitriani, pendakwah yang tengah naik daun di panggung pengajian Jawa Barat, akan menjadi penceramah utama dalam acara yang digelar pengurus dan warga RW 01 Desa Cisewu tersebut.

Agenda ini merangkap dua perayaan sekaligus: peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Ketua RW 01, Eka Yuswanto, menegaskan kepastian jadwal kedatangan sang penceramah.

"Pada Kamis malam 27 Agustus 2026, Ustadzah Awit Fitriani akan berceramah di Lapang Lemahluhur Desa Cisewu, dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Robiul Awal 1448 Hijriah, yang diselenggarakan warga RW 01," kata Eka, Rabu.

Gaya Dakwah yang Dekat dengan Keseharian Warga

Daya tarik utama Awit Fitriani bukan sekadar materi ceramah, melainkan cara penyampaiannya. Ia dikenal menggunakan bahasa Sunda populer yang jenaka dan dekat dengan riak kehidupan harian masyarakat. Gaya ini membuat pesan dakwahnya terasa cair tanpa jarak dengan jamaah.

Jejak pergerakannya terekam kuat di luar Sukabumi. Pada November 2025, ia diundang pengurus Muslimat dan Fatayat NU ke Desa Sindangwangi, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dalam forum Ahad Manis itu, ia tampil sebagai penceramah tunggal dengan sorotan pada benteng keimanan keluarga dan posisi kaum perempuan dalam membentuk moral generasi penerus.

Dari Panggung Pedesaan hingga Gelar Budaya Pesisir

Safari dakwahnya tak berhenti di Brebes. Ia juga menyisir Purwakarta, Subang, hingga berbagai wilayah pedesaan di Jawa Barat. Popularitas di lapangan ini berbanding lurus dengan gaungnya di jagat maya. Video ceramahnya yang diunggah ulang di YouTube kerap menembus ratusan ribu penayangan, terutama dengan label "ceramah Sunda" atau "dakwah lucu".

Jangkauan Awit bahkan menyentuh panggung seni budaya. Pada 12–14 Juli 2026, namanya tercatat sebagai pengisi tausiyah dalam Gelar Budaya Hajat Laut Rancabuaya di Garut Selatan. Ia berbagi panggung dengan Ustad Nana Gerhana dan dalang Dadan Sunandar Sunarya Putra, menunjukkan kemampuannya merajut nilai keislaman dengan ritus lokal masyarakat pesisir.

Identitas Budaya dalam Kemasan Ceramah

Fenomena meledaknya popularitas Awit Fitriani menjadi cermin bahwa dakwah berbasis bahasa daerah masih memegang peranan kunci di Jawa Barat. Ia mengemas pesan moral Islam melalui humor yang mengocok perut, tanpa mengurangi substansi dakwahnya.

Kehadirannya di Cisewu Kamis malam nanti dipastikan tak sekadar menyajikan ceramah rutin. Acara ini menjadi perayaan identitas kebudayaan sekaligus konsolidasi spiritualitas warga pedesaan yang dinantikan banyak kalangan.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: gosipgarut.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top