Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar menyalurkan 24 ekor bibit sapi unggulan jenis sapi pasundan dan peranakan ongole (PO) kepada tiga kelompok peternak di Pangandaran, Sumedang, dan Ciamis. Program ini bertujuan memperkuat populasi ternak dan menjaga sumber daya genetik hewan lokal Jawa Barat.
BANDUNG — Sebanyak 24 ekor bibit sapi unggulan resmi disalurkan Pemprov Jabar kepada tiga kelompok peternak yang tersebar di Pangandaran, Sumedang, dan Ciamis. Bibit yang diberikan terdiri atas sapi pasundan, hewan khas kebanggaan Jawa Barat, serta sapi peranakan ongole (PO).
Kepala DKPP Jabar Linda Al Amin mengatakan, masing-masing kelompok penerima mendapatkan delapan ekor sapi dengan komposisi tujuh betina dan satu jantan. Pembagian ini disesuaikan dengan potensi wilayah setempat agar bibit dapat berkembang optimal.
"Rumpun bibit disesuaikan dengan potensi wilayah, yakni sapi PO untuk Pangandaran dan Sumedang, serta sapi pasundan yang merupakan sapi lokal kebanggaan Jawa Barat, khusus untuk peternak di Ciamis," kata Linda di Bandung, Sabtu.
Penyerahan dilakukan bertahap. Kelompok Ternak Tirta Mulya di Kecamatan Padaherang, Pangandaran, menerima bibit pada Rabu (12/8). Lalu, giliran Kelompok Mekar Mandiri di Desa Lebaksiuh, Sumedang, pada Kamis (13/8), dan terakhir Kelompok Karya Mekar I di UPTD BPPIBTSP Ciamis pada Jumat (14/8).
Langkah ini merupakan implementasi Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pengembangan Benih dan/atau Bibit Ternak dan Hijauan Pakan Ternak di Masyarakat. Menurut Linda, pembibitan yang kuat menjadi fondasi bagi usaha budidaya yang berdaya saing.
"Pembibitan yang tangguh akan berdampak pada terwujudnya usaha budidaya berdaya saing di masyarakat yang bermuara pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani peternak," ujarnya.
Penetapan tiga kelompok penerima tidak dilakukan sembarangan. DKPP Jabar menjalankan seleksi administratif dan verifikasi lapangan yang ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Berdasarkan Berita Acara Hasil Verifikasi Kelompok Peternak tertanggal 27 Juli 2026, Kelompok Tirta Mulya dan Karya Mekar I memperoleh nilai kelayakan 72,5, sedangkan Mekar Mandiri meraih skor 62,0. Verifikasi ini memastikan setiap kelompok telah memiliki sarana peternakan memadai, termasuk fasilitas kandang dan potensi sumber daya pakan, untuk menjamin keberlangsungan hidup bibit sapi.
Proses penyerahan dikawal langsung oleh Linda Al Amin bersama Kepala UPTD Balai Perbibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Potong Ciamis Vidi Wulandari, serta dihadiri pimpinan daerah masing-masing kabupaten.