Retret Kepsek SMP se-Kuningan Pakai Seragam Loreng, Bupati: Sekolah Bukan Sekadar Bangun Tembok

Penulis: Wendra Kusuma  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:26:01 WIB
Puluhan kepala sekolah SMP se-Kabupaten Kuningan mengikuti retret pendidikan karakter di Kebun Raya Kuningan, Jumat (21/8/2026).

KUNINGAN — Puluhan kepala sekolah SMP se-Kabupaten Kuningan mengikuti kegiatan Retret dan Pembekalan Pendidikan Karakter (Character Building) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Acara berlangsung di kawasan Kebun Raya Kuningan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, dengan peserta mengenakan seragam loreng abu-ungu, Jumat malam (21/8/2026).

Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar hadir sebagai keynote speaker dalam kegiatan tersebut. Ia melontarkan pertanyaan mendasar kepada para kepala sekolah mengenai hakikat tugas mereka sehari-hari.

Pendidikan Itu Investasi, Bukan Biaya

Dian menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sekadar membangun sarana prasarana atau mengejar prestasi akademik. Menurutnya, tugas utama mereka adalah membangun sumber daya manusia.

“Apa sebetulnya yang sedang kita bangun ketika kita membangun atau menjadi kepala sekolah? Apakah membangun tembok-tembok sekolah yang kokoh? Apakah agar di sekolah punya rak prestasi yang penuh dengan piala? Ataukah membuat ruang kelas yang megah?” ujar Dian.

“Bagi saya, Bapak dan Ibu sedang membangun manusia, bukan sedang membangun fisik,” tegasnya.

Bupati mencontohkan Singapura yang sejak puluhan tahun lalu menyadari keterbatasan sumber daya alam dan mengimbanginya dengan investasi besar pada pembangunan sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa proses membentuk manusia memiliki dampak jangka panjang bagi masa depan anak, keluarga, hingga arah pembangunan daerah.

“Membangun manusia itu merupakan sebuah investasi, bukan biaya,” katanya.

Tugas Kepala Sekolah: Membuat Anak Mau ke Sekolah

Dian juga mengingatkan bahwa tantangan pendidikan saat ini bukan sekadar memastikan anak hadir di kelas. Lebih dari itu, sekolah harus menjadi tempat yang membuat anak memiliki keinginan untuk belajar.

“Tugas kita hari ini bukan sekadar memastikan anak datang ke sekolah, tapi memastikan anak itu ingin ke sekolah,” ungkapnya.

Ia berharap sekolah mampu menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan sekaligus mengembangkan potensi setiap peserta didik. Dian menekankan bahwa setiap anak memiliki bakat dan keunggulan yang berbeda-beda.

“Pendidikan tidak boleh seragam untuk anak yang tidak berseragam bakatnya,” kata Dian.

Kepala Sekolah sebagai Arsitek Budaya Sekolah

Dalam paparannya, Dian menyebut kepala sekolah sebagai agen perubahan sekaligus arsitek budaya sekolah. Menurutnya, budaya yang dibangun kepala sekolah akan menentukan karakter seluruh ekosistem pendidikan di sekolah.

“Jika kepala sekolah rajin membangun budaya disiplin, maka sekolah akan disiplin. Jika membangun budaya belajar, maka budaya belajar akan kental. Jika membangun budaya saling menghargai, maka anak didik dan gurunya akan saling menghargai,” jelasnya.

Melalui kegiatan retret ini, Bupati berharap para kepala sekolah semakin solid, memiliki semangat perubahan, serta mampu memperkuat karakter positif di lingkungan sekolah masing-masing. Ia juga berpesan agar para kepala sekolah tidak takut memiliki mimpi besar dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Kuningan.

“Perubahan besar dimulai dari perubahan-perubahan kecil. Satu guru berubah, satu kelas berubah. Satu kelas berubah, satu sekolah berubah. Satu sekolah berubah, Kabupaten Kuningan akan berubah,” tutupnya.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: kuninganmass.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top