JAWA BARAT — Suasana berbeda menyelimuti Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti pada Senin pagi. Ratusan petugas dan warga binaan mengikuti jalannya upacara pengibaran bendera Merah Putih dengan tertib, memperingati hari kemerdekaan yang ke-81. Momen ini sengaja dijadikan pengingat nilai-nilai kebangsaan di tengah pembinaan para narapidana.
Kalapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, menegaskan bahwa upacara bukan sekadar seremonial tahunan. "Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan tertib sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Muara Beliti.
Bagi jajaran petugas, peringatan ini menjadi momentum introspeksi. Herdianto menyebut pelaksanaan upacara bertujuan menumbuhkan kembali semangat kebangsaan, meningkatkan rasa cinta tanah air, serta memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Pesan ini relevan mengingat tantangan tugas pemasyarakatan yang kian kompleks, terutama dalam hal pengamanan dan pembinaan warga binaan kasus narkotika. Momen kemerdekaan dinilai tepat untuk menyatukan visi seluruh elemen lapas.
Herdianto mengajak seluruh peserta memaknai HUT ke-81 RI secara lebih substantif. Menurutnya, perayaan ini harus menjadi pendorong untuk terus berkontribusi memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara, bukan hanya berhenti pada euforia peringatan.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi arah pembinaan yang ingin dibangun. Lapas Narkotika Muara Beliti berkomitmen menjaga semangat persatuan, meningkatkan kedisiplinan, dan mewujudkan pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang semakin profesional dan humanis.
Melalui peringatan kemerdekaan kali ini, pihak lapas menegaskan kembali fokusnya pada kualitas pembinaan. "Dengan semangat kemerdekaan, terus berkarya, mengabdi, dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia," tegas Herdianto mengakhiri sambutannya.
Komitmen ini menjadi sinyal positif bagi upaya reintegrasi sosial warga binaan. Pendekatan humanis yang dikedepankan diharapkan mampu menekan angka residivis dan mempersiapkan para narapidana kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif setelah menjalani masa hukuman.
Kegiatan upacara berlangsung lancar dan khidmat hingga selesai. Partisipasi aktif warga binaan dalam agenda kebangsaan semacam ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang dijalankan Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti sepanjang tahun.