BANDUNG — Upacara bendera yang biasanya digelar di Lapangan Gasibu, tahun ini akan mengambil tempat di halaman Gedung Sate. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan perubahan lokasi ini dirancang agar momen pengibaran Sang Merah Putih tertangkap kamera dengan latar lansekap Gedung Sate secara utuh.
"Ini menjadi yang pertama. Nah nanti itu tidak akan terjadi lagi," kata Dedi di Bandung, Jumat. Saat bendera berkibar yang terekam di kamera muncul bangunan hotel bukan Gedung Sate. Selama ini tempat upacara di Lapangan Gasibu.
Berbeda dari tahun-tahun sebelum ini, barisan utama upacara kali ini hanya diisi oleh personel TNI dan Polri. Selain memindahkan lokasi, Dedi Mulyadi merombak total formasi barisan peserta upacara.
Sementara itu, jajaran Satpol PP dikhususkan untuk defile pasukan. Kebijakan ini diambil demi menjaga ketertiban, kedisiplinan, serta kesakralan prosesi.
"Upacara diikuti oleh orang yang biasa upacara. Setelah itu memiliki kemampuan untuk tidak bicara selama upacara sehingga upacaranya bisa berjalan dengan tertib," ujarnya. Memiliki ketahanan fisik yang kuat.
"Sementara publik bisa duduk-duduk dengan santai untuk menikmati jalannya upacara bendera. Kita menggelar upacara secara terbuka di halaman Gedung Sate. Publik silakan datang untuk menghadiri dan melihat upacaranya," tutur Dedi.
Sebaliknya, publik umum justru diundang hadir secara terbuka untuk menonton dan duduk santai menyaksikan jalannya upacara di halaman Gedung Sate. Para pegawai ASN dan pelajar tidak lagi dituntut berbaris dalam formasi formal.
Pemugaran fisik cagar budaya ikonik Kota Bandung ini disebut dilakukan secara cermat berbasis regulasi pelestarian. Salah satunya dengan penggunaan formula cat khusus berstandar museum sesuai ketentuan Balai Pelestarian Cagar Budaya.
Pengerjaan gerbang dan gapura utama ditargetkan rampung pada Minggu (16/8), sehari sebelum upacara digelar. Dari sisi infrastruktur, Dedi memastikan revitalisasi fisik lanskap dan bangunan Gedung Sate telah tuntas.
"Jadi sekarang menggunakan cat yang memiliki standar sesuai dengan ketentuan Balai Pelestarian Cagar Budaya," kata Dedi, merujuk pada tampilan anyar Gedung Sate yang kini tampak bercat putih terutama pada bagian pagar.
Kawasan Gedung Sate yang sekarang menyatu dengan Gasibu diharapkan menjadi ruang publik yang lebih representatif, tidak hanya untuk agenda seremonial, tetapi juga sebagai ikon wajah baru Pemerintah Provinsi Jawa Barat.