BANDUNG — Sunda Karsa Fest 2026 resmi dibuka Jumat malam (26/6/2026) di Trans Convention Centre, Kota Bandung. Acara yang berlangsung hingga Minggu ini menggabungkan Karya Kreatif Jawa Barat, West Java Sharia Economic Festival, dan Pekan Kerajinan Jawa Barat dalam satu platform kolaboratif.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas AM Djiwandono, menyebut UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB dan penyerapan 97 persen tenaga kerja. “Karena itu, pengembangan UMKM memerlukan dukungan kolaborasi antar pemangku kepentingan,” kata Thomas dalam sambutannya.
Bank Indonesia Jawa Barat mencatat hasil nyata dari program pendampingan yang dijalankan. Penerapan digital farming pada UMKM binaan mendorong peningkatan produktivitas cabai keriting sebesar 175 persen dan cabai rawit 120 persen. Efisiensi biaya produksi juga tercatat masing-masing 20 persen untuk cabai keriting dan 12 persen untuk cabai rawit.
Sementara itu, program UMKM Go Digital berhasil mencatat kenaikan transaksi penjualan digital hingga 79,30 persen. Digitalisasi terus diperkuat melalui pemanfaatan QRIS yang telah menjangkau 13,8 juta pengguna dan 10,4 juta merchant di Jawa Barat, mayoritas pelaku UMKM.
Tahun ini, Sunda Karsa Fest menghadirkan sekitar 260 booth fisik yang mencakup UMKM fesyen dan kriya, halal showcase, halal beauty, F&B dan kuliner, desa wisata, serta kerajinan unggulan dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Kolaborasi dengan Shopee melalui program KKJ online melibatkan lebih dari 1.258 UMKM.
Pengunjung juga bisa mengakses layanan perbankan, Pasar Murah, Pojok Wakaf (Wakafee), donor darah, cek kesehatan, hingga program penukaran sampah botol plastik sebagai edukasi ekonomi sirkular.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang hadir dalam pembukaan menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia. “Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui ekosistem ekonomi yang kuat, di mana seluruh pelaku usaha saling mendukung dengan tetap menjaga kelestarian sumber daya alam, keseimbangan ekologi, dan keberlanjutan pemanfaatan lingkungan,” ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, menambahkan bahwa tema tahun ini, ‘Memelihara Ekosistem Ekonomi Budaya Digital dan Keseimbangan Ekologi menuju Jabar Istimewa’, mencerminkan komitmen pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal, digitalisasi, dan keberlanjutan. “Pendekatan ini diarahkan agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga meningkatkan skala usaha dan daya saing di pasar nasional maupun global,” tegas Junanto.
Opening ceremony turut menampilkan peragaan wastra Jawa Barat oleh Gubernur, pimpinan Bank Indonesia, dan pimpinan perbankan sebagai simbol sinergi memperkuat ekonomi kreatif sekaligus melestarikan kekayaan budaya Jawa Barat.