BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta pengusaha tidak hanya menikmati kemudahan berusaha di daerah, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pembangunan akses menuju Pelabuhan Patimban. Ia menyebut, infrastruktur penghubung dari kawasan industri ke pelabuhan menjadi kunci agar produk-produk Jabar bisa diekspor langsung dan dicatat sebagai produk asli daerah.
Menurut KDM, selama ini banyak produk industri dari Jawa Barat yang keluar melalui pelabuhan di provinsi lain. Akibatnya, data ekspor tidak tercatat sebagai milik Jabar. “Intinya kan kita ingin dorong Jabar punya pelabuhan namanya Patimban. Kalau kita punya industri tetapi tidak punya pelabuhan, nanti pelabuhannya selalu menggunakan di tempat lain, ekspornya dicatat sebagai produk di tempat lain bukan produk Jabar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan jalan akses menuju Patimban tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Kontribusi pengusaha, terutama yang kawasannya berdekatan dengan pelabuhan, dinilai krusial untuk mempercepat konektivitas.
Selain infrastruktur fisik, KDM menyoroti soal kepatuhan administratif pengusaha. Ia meminta perusahaan yang beroperasi di Jawa Barat mencatatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di Jabar, bukan di provinsi lain. “Saya meminta pengusaha mencatatkan NPWP di Jabar, jangan industrinya di sini, pencemarannya di sini, penggunaan infrastrukturnya di sini, kemudian mengalami tekanan demo setiap waktu di sini, biaya pengamanannya kita yang ngeluarin, tetapi bagian bagi hasil pajaknya di tempat lain,” tegasnya.
Pemprov Jawa Barat juga berencana memperkuat penyediaan air bersih bagi kawasan industri. KDM menyebut pasokan akan dialihkan dari air tanah ke air permukaan seperti Sungai Citarum dan Waduk Jatigede. Langkah ini untuk mengurangi ketergantungan pada sumber air bawah tanah yang rawan kerusakan lingkungan.
Di sisi sumber daya manusia, pemerintah menyiapkan program link and match antara sekolah dan dunia industri. Salah satu gagasannya adalah memperpanjang masa praktik kerja industri bagi siswa. “Kelas 3 setahun itu sudah praktik industri saja sehingga itu nanti masuk prakerja, sehingga dia sudah terdaftar sebagai calon karyawan,” ujar KDM.
Pemprov Jabar akan memperkuat teknologi informasi sebagai penunjang iklim investasi. KDM juga menekankan pentingnya distribusi manfaat ekonomi bagi desa-desa penghasil agar pertumbuhan industri turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Rencana detail kolaborasi infrastruktur Patimban akan dibahas dalam forum lanjutan bersama APINDO dan dinas terkait.