JAWA BARAT — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur mempercepat pelaksanaan program GATI di wilayah IKN. Fokus utama program ini adalah menekan fenomena fatherless, yaitu kondisi anak tumbuh tanpa keterlibatan dan kasih sayang ayah.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga Kalimantan Timur Sunarto menyatakan, program ini dirancang untuk mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan, perlindungan, dan pendidikan anak sejak usia dini. "Kasih sayang ayah juga mampu membangun karakter anak," ujarnya di Samarinda, Selasa.
Realisasi program GATI di PPU per 15 Juni 2026 menunjukkan hasil yang bervariasi antar kecamatan. Kecamatan Waru menjadi satu-satunya wilayah yang melampaui target, dengan 161 ayah aktif atau 159,41 persen dari target 101 ayah.
Empat kecamatan yang menjadi sasaran program meliputi Babulu, Penajam, Sepaku, dan Waru. Rincian capaiannya adalah sebagai berikut:
Untuk mencapai target, BKKBN Kaltim menggandeng berbagai pihak di PPU. Mereka membentuk tim pendamping keluarga gabungan yang terdiri dari bidan, kader KB, dan PKK.
Pendekatan yang dilakukan meliputi penguatan kapasitas ayah, sinergi dengan program Genting, serta kampanye publik tentang pentingnya kasih sayang ayah. Pemerintah juga memberikan apresiasi untuk desa dan kelurahan yang memiliki ayah teladan berprestasi.
"Kami berperan sebagai fasilitator, pendamping, penghubung, dan penggerak agar GATI berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan," kata Sunarto.
Program GATI sejalan dengan target pembangunan IKN yang ingin menekan angka stunting dan mewujudkan sumber daya manusia unggul. Pemerintah berupaya mengubah pola pikir bahwa pengasuhan bukan hanya tugas ibu, melainkan tanggung jawab bersama ayah.
Dengan keterlibatan ayah dalam pemenuhan gizi dan pendidikan anak sejak dini, diharapkan kualitas keluarga di kawasan IKN dapat meningkat secara signifikan. BKKBN Kaltim memastikan program ini akan terus didorong hingga seluruh target kecamatan terpenuhi.