Pernyataan itu disampaikan Federighi dalam wawancara dengan podcast Mostly Human bersama kepala pemasaran Apple, Greg Joswiak. Federighi mengkritik pendekatan chatbot AI lain yang justru mendorong pengguna untuk terus terlibat dalam percakapan personal dan mengungkapkan sisi emosional mereka.
"Kebalikannya. Seperti yang mungkin Anda tahu, jika Anda menggunakan banyak chatbot yang ada sekarang, mereka sangat fokus pada keterlibatan dan sikap manis, bukan? Mereka semacam ingin menarik Anda masuk," kata Federighi, menjelaskan perbedaan filosofi Apple.
Federighi menambahkan, AI lain cenderung mendorong pengguna untuk mengungkapkan lebih banyak tentang diri mereka, lalu menggunakan informasi itu untuk membangun kedekatan emosional. Apple justru mendesain Siri untuk menjaga jarak dan menolak interaksi yang tidak sesuai perannya.
"Siri benar-benar ingin berkata, 'Dengar, bukan itu tugasku di sini. Aku di sini untuk membantumu. Aku bisa membantumu menyelesaikan sesuatu'," ujarnya.
Joswiak menambahkan, Apple lebih suka teknologi di balik fitur-fiturnya "menghilang" ke latar belakang sehingga pengguna bisa fokus pada konten atau aktivitas yang ingin mereka lakukan. Perusahaan tidak ingin pengguna menjadi ahli dalam menulis perintah (prompt) untuk mendapatkan hasil maksimal dari Siri.
"Kami ingin bertemu mereka di mana pun mereka berada. Membuat produk dan fitur menjadi lebih baik, dan ini hanyalah teknologi yang sangat membantu dalam membuat fitur dan produk itu menjadi lebih baik," jelas Joswiak.
Siri baru ini memakan waktu hampir dua tahun penundaan sebelum Apple secara resmi memperkenalkannya di WWDC 2024. Untuk pertama kalinya, Siri akan didukung oleh model AI Gemini dari Google, menggantikan arsitektur lama yang dianggap ketinggalan zaman.
Integrasi baru ini memungkinkan Siri bekerja lebih dalam di platform iOS, termasuk aplikasi bawaan seperti Kamera dan Foto. Asisten ini bisa mencari di web, memahami konteks di layar, dan mempertimbangkan informasi pribadi pengguna untuk menyelesaikan berbagai tugas.
Apple juga bersiap merilis aplikasi Siri khusus untuk bersaing langsung dengan chatbot seperti ChatGPT dan Claude. Aplikasi ini akan memungkinkan pengguna berinteraksi dengan asisten suara melalui teks dan suara dalam satu antarmuka terpadu.
Langkah ini menandai perubahan strategis Apple yang sebelumnya sangat bergantung pada integrasi sistem ketimbang aplikasi mandiri. Dengan pendekatan baru ini, Apple ingin memastikan Siri tetap relevan di tengah gempuran chatbot AI generatif yang semakin populer di kalangan pengguna global, termasuk di Indonesia.