Skor PCMB Jabar 2026 Turun? Gubernur Dedi Mulyadi Buka Suara soal Penyesuaian Sertifikat Prestasi

Penulis: Valdi Pratama  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 02:35:31 WIB
Gubernur Dedi Mulyadi jelaskan penyesuaian bobot skor sertifikat prestasi dalam PCMB Jabar 2026.

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) langsung merespons keresahan orang tua siswa terkait penyusutan skor di sistem PCMB Jabar 2026. Ia menyebut fenomena itu terjadi karena setiap sertifikat prestasi siswa kini dipadankan dengan bobot nilai yang ditetapkan Kemdikdasmen.

"Misalnya, kejuaraan di tingkat provinsi itu skornya di bawah kejuaraan nasional. Ada kasus siswa merasa juara di luar negeri, tapi jika kejuaraan itu tidak terdaftar di Kemdikdasmen, maka sistem tidak bisa memberikan skor tinggi. Ini murni penyesuaian aturan," ujar Dedi saat meninjau Kantor Disdik Jabar, Selasa (9/6/2026).

PCMB Bukan Tahap Pendaftaran Resmi

Gubernur menggarisbawahi bahwa polemik ini muncul pada tahap PCMB, yang merupakan fase pendataan awal untuk memetakan sebaran calon siswa di sekolah negeri. Ia menegaskan fase ini berbeda dengan pendaftaran resmi SPMB Jabar 2026.

"Sebenarnya pemetaan itu bukan pendaftaran, tetapi ketika orang sudah terpetakan dengan baik, kemudian dalam sisi kualifikasi sudah memenuhi syarat, ya sudah jalan," ucapnya.

340.000 Calon Siswa Terdata, Hanya Sebagian Kecil Alami Anomali

Dari total sekitar 340.000 calon murid baru yang masuk dalam basis data pemetaan, Pemprov Jabar mencatat hanya sebagian kecil pendaftar yang mengalami anomali skor. Menurut Dedi, kemunculan kendala ini justru membuktikan fungsi PCMB sebagai instrumen mitigasi risiko berjalan baik.

"Jadi, bagi saya, kegiatan pemetaan ini relatif berhasil. Kami bisa memitigasi berbagai

Reporter: Valdi Pratama
Back to top