BOGOR — Bukan pakaian dinas biasa yang dikenakan para pemimpin Kota Bogor pagi itu. Di pelataran Balaikota, jajaran Forkopimda—dari wali kota, Kapolresta, Dandim, hingga Ketua DPRD—seragam dengan busana adat Sunda. Ada yang memakai beskap, ada pula yang mengenakan pangsi dengan iket kepala. Pemandangan yang jarang terlihat di luar perayaan adat atau festival budaya.
Upacara HJB ke-544 yang digelar pada pekan ini memang sengaja mengusung nuansa tradisi. Para pejabat tak hanya hadir sebagai simbol pemerintahan, tetapi juga sebagai representasi dari akar budaya Sunda yang menjadi napas Kota Bogor. “Ini bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus pengingat bahwa pembangunan harus tetap berpijak pada kearifan lokal,” ujar salah satu pejabat setempat.
Pemilihan busana adat juga menjadi sinyal bahwa identitas budaya tidak boleh tergerus oleh modernisasi. Di tengah gempuran pusat perbelanjaan dan kafe-kafe modern, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa Bogor tetap punya warisan yang perlu dijaga.
Pertanyaan itu kerap muncul setiap kali peringatan HJB digelar. Tahun ini, penampilan Forkopimda yang kompak memakai baju adat Sunda bisa dibaca sebagai langkah konkret—walau simbolis—untuk menguatkan citra Bogor sebagai kota budaya. Sebelumnya, berbagai program seperti festival kuliner khas dan lomba seni tradisi juga rutin digelar oleh Pemkot Bogor.
Namun, publik tentu berharap lebih. Seragam adat yang dikenakan para pemimpin bukanlah sekadar kostum seremonial yang usai begitu upacara selesai. Aksi nyata dalam bentuk pelestarian bahasa, kesenian, hingga ruang publik yang ramah budaya menjadi hal yang lebih ditunggu.
Sejumlah warga yang menyaksikan upacara dari sisi barat Balaikota mengaku bangga. “Baru kali ini lihat pak wali kota dan rombongan pakai baju adat semua. Keren, jadi ingat kampung halaman,” ujar seorang pedagang kaki lima yang biasa mangkal di sekitar alun-alun. Antusiasme semacam ini menunjukkan bahwa sentuhan lokal justru lebih dekat dengan masyarakat.
Momen ini juga ramai diabadikan dan dibagikan di media sosial. Banyak warganet yang memuji kekompakan para pejabat dan berharap tradisi serupa bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, bukan hanya saat HJB.
Kota Bogor sendiri merayakan hari jadinya yang ke-544 dengan sederet acara, mulai dari kirab budaya, pameran UMKM, hingga pentas seni. Namun, penampilan Forkopimda yang kompak berbaju adat Sunda menjadi salah satu momen yang paling membekas. Sebuah pengingat bahwa pemimpin yang dekat dengan budaya rakyatnya, akan lebih mudah dirasakan kehadirannya.