Presiden Tunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang Baru, Gantikan Dadan Hindayana

Penulis: Zaki Mubarak  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 23:12:01 WIB
Nanik S. Deyang resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana.

JAKARTA — Nanik S. Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru oleh Presiden. Ia menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya menjabat sejak lembaga ini dibentuk.

Pergantian di Tengah Jalan Program Prioritas

Keputusan ini diambil di tengah berjalannya program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu andalan pemerintah. Program tersebut menyasar jutaan anak sekolah dan ibu hamil di seluruh Indonesia.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak istana mengenai alasan spesifik di balik pergantian pimpinan BGN ini. Namun, sumber di lingkungan sekretariat negara menyebutkan bahwa rotasi ini bagian dari penyegaran organisasi.

Siapa Nanik S. Deyang?

Nanik S. Deyang bukanlah nama baru di lingkungan birokrasi pemerintah. Sebelum ditunjuk menjadi Kepala BGN, ia tercatat memiliki pengalaman panjang di bidang pangan dan gizi. Namanya muncul dalam sejumlah forum nasional terkait ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia menilai, latar belakang Nanik yang kuat di bidang teknis pangan bisa menjadi modal penting. "BGN butuh sosok yang tidak hanya paham soal gizi, tapi juga bisa mengelola distribusi logistik ke daerah-daerah terpencil," ujarnya.

Program Makan Bergizi Gratis Masih Berjalan

Meski terjadi pergantian pimpinan, pemerintah memastikan program makan bergizi gratis tetap berjalan seperti biasa. Dana sebesar puluhan triliun rupiah telah dialokasikan untuk program ini dalam APBN 2025.

Sejumlah daerah di Jawa Barat sendiri telah mulai menjalankan uji coba program ini. Di Kabupaten Bandung, misalnya, ribuan siswa SD dan SMP telah menerima makanan bergizi setiap hari sekolah. Kepala Dinas Pendidikan setempat berharap pergantian pimpinan BGN tidak mengganggu kelancaran distribusi.

Target Baru, Harapan Baru

Dengan kepemimpinan baru, publik menantikan akselerasi program yang sempat menuai kritik karena lambatnya realisasi di lapangan. Beban Nanik S. Deyang tidak ringan: ia harus memastikan target 82,9 juta penerima manfaat tercapai tepat waktu.

"Kami berharap Ibu Nanik bisa membawa angin segar. Program ini sangat penting untuk memutus rantai stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia," kata seorang aktivis gizi dari Bandung.

Belum ada jadwal pasti kapan serah terima jabatan akan dilakukan. Namun, proses transisi diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat agar program prioritas nasional tidak terganggu.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: radarbogor.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top