BOGOR — Sistem satu arah yang diberlakukan di Jalur Puncak setiap akhir pekan atau libur panjang kerap menyulitkan kendaraan darurat yang melintas. Pengemudi ambulans mengeluhkan waktu tempuh yang membengkak karena harus mengantre bersama kendaraan pribadi dan bus wisatawan. Mereka mendesak petugas kepolisian yang berjaga di titik-titik penyekatan untuk lebih sigap memberikan jalur khusus bagi kendaraan yang membawa pasien kritis.
Sistem one way yang diterapkan dari Simpang Gadog menuju Puncak atau sebaliknya memang bertujuan mengurai kepadatan kendaraan wisatawan. Namun, dalam praktiknya, ambulans yang melintas dari arah berlawanan atau yang hendak menyalip antrean panjang kerap kesulitan mendapatkan prioritas. Seorang pengemudi ambulans yang enggan disebutkan namanya mengatakan, klakson dan sirene sering kali tidak diindahkan pengendara lain yang juga terjebak macet.
Kondisi ini menjadi dilema karena nyawa pasien menjadi taruhan. Perjalanan yang seharusnya tempuh 30 menit bisa molor hingga dua jam lebih saat puncak kepadatan. Pengemudi berharap ada titik khusus atau jalur kontra-arus darurat yang disediakan di sepanjang Jalur Puncak, bukan hanya saat ada kecelakaan besar. Mereka meminta koordinasi antara Satlantas Polres Bogor dan petugas di lapangan diperkuat agar ambulans bisa melenggang tanpa hambatan berarti.
Kasus ambulans terjebak macet di Jalur Puncak bukan kali ini saja terjadi. Beberapa waktu lalu, video ambulans yang kesulitan melaju di tengah kemacetan sempat viral di media sosial. Kejadian serupa memicu diskusi tentang perlunya regulasi yang lebih ketat terkait prioritas kendaraan darurat di jalur wisata. Pengemudi ambulans berharap petugas di lapangan tidak hanya fokus pada kelancaran arus wisatawan, tetapi juga pada aksesibilitas kendaraan gawat darurat.
Mereka meminta agar kebijakan one way tidak menghilangkan fungsi jalur tersebut sebagai akses vital bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis. "Kami tidak minta diistimewakan, hanya minta diprioritaskan saat kondisi darurat," ujar seorang pengemudi yang ditemui di kawasan Puncak. Ia berharap petugas bisa lebih proaktif membuka celah di antrean begitu mendengar suara sirene, tanpa harus menunggu laporan dari pusat kendali.