BANDA ACEH — BSI menjadi garda terdepan penyaluran bansos ganda bagi korban banjir di Aceh akhir Mei 2026. Dana PKH dan BPNT tahap susulan ini dikucurkan untuk merespons kondisi darurat yang membuat banyak keluarga kehilangan akses logistik.
Setiap kepala keluarga penerima manfaat mendapatkan total transfer yang bervariasi. Angkanya mulai dari Rp600.000 hingga Rp1.600.000, tergantung kategori penerima PKH dan jumlah anggota keluarga yang terdaftar dalam BPNT.
Bansos ganda ini merupakan akumulasi dari dua bulan penyaluran yang sempat tertunda akibat bencana. Proses pencairan dilakukan serentak di titik-titik pengungsian dan kantor pos setempat.
BRI, BNI, dan Mandiri belum memulai transfer tahap ini. Pihak perbankan masih melakukan verifikasi data penerima yang sempat terputus akibat banjir. Proses sinkronisasi data dengan Dinas Sosial Aceh disebut menjadi penyebab keterlambatan.
Sejumlah warga di pesisir timur Aceh, seperti di Kabupaten Aceh Utara dan Bireuen, sudah mulai mencairkan dana melalui BSI sejak pekan lalu. Mereka mengaku dana itu digunakan untuk membeli kebutuhan pokok dan memperbaiki rumah yang rusak ringan.
"Kami sangat terbantu, karena setelah banjir kemarin semua serba terbatas. Uang ini buat beli beras dan popok bayi," ujar seorang penerima manfaat di Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, pekan lalu.
Di sisi lain, warga yang terdaftar di bank selain BSI mulai resah. Mereka berharap pencairan di BRI, BNI, dan Mandiri segera terealisasi agar tidak terjadi ketimpangan di lapangan.
Dinas Sosial Aceh menyatakan akan mempercepat koordinasi dengan tiga bank Himbara tersebut. Targetnya, seluruh bansos ganda sudah tersalurkan sebelum pertengahan Juni 2026. Pemerintah juga membuka posko pengaduan bagi warga yang belum menerima haknya.
Banjir yang melanda Aceh pada awal Mei lalu merendam puluhan ribu rumah dan memaksa ribuan warga mengungsi. Bantuan sosial ganda ini merupakan bagian dari skema pemulihan pascabencana yang dianggarkan melalui APBN perubahan.