Cianjur Pastikan Daging Kurban Idul Adha 1447 H Aman Dikonsumsi, 34 Petugas Turun ke 3 Puskeswan

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:02:14 WIB
Petugas DPKHP Cianjur memeriksa kesehatan hewan kurban untuk menjamin keamanan daging Idul Adha.

CIANJURDaging kurban yang diterima warga Cianjur pada Idul Adha tahun ini dijamin layak konsumsi. DPKHP Kabupaten Cianjur mengerahkan 34 petugas untuk memeriksa setiap hewan yang sudah disembelih, memastikan tidak ada penyakit berbahaya yang ikut terdistribusi ke masyarakat.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan saat hewan sudah dipotong. Sejak awal Mei lalu, 64 petugas kesehatan hewan telah menyisir peternakan, kelompok peternak, hingga pedagang di pinggir jalan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan sudah divaksin, termasuk vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pemeriksaan Organ Dalam hingga Sertifikasi Halal

Medik Veteriner DPKHP Cianjur, Kharisudin, mengatakan petugas melakukan pemeriksaan post mortem pada organ dalam hewan seperti hati, limpa, jantung, dan paru-paru. Langkah ini untuk mengidentifikasi apakah terdapat penyakit berbahaya yang tidak kasat mata sebelum daging dinyatakan layak dikonsumsi.

"Kami juga sudah memastikan hewan kurban yang disembelih sehat karena sudah menjalani pemeriksaan dan vaksinasi, termasuk untuk PMK," ujar Kharisudin di Cianjur, Jumat.

Data Sementara: Lebih dari 1.500 Ekor Tersebar dari Utara ke Selatan

Selama dua hari terakhir, petugas telah melakukan pemeriksaan di sejumlah titik, antara lain Polres Cianjur, Istana Kepresidenan Cipanas, Rumah Potong Hewan (RPH), dan Puskeswan di Cianjur, Cipanas, Sukanagara, serta Sindangbarang. Data sementara mencatat lebih dari 1.500 ekor hewan ternak telah disembelih untuk kurban.

Meski begitu, DPKHP masih menunggu laporan lengkap dari petugas di lapangan. Sebab, wilayah Cianjur membentang dari utara hingga selatan dengan jumlah lokasi pemotongan yang tersebar.

Jaminan untuk Warga: Daging Sehat dan Halal

Standar ASUH yang diterapkan DPKHP Cianjur menjadi acuan utama dalam proses distribusi daging kurban. Dengan pemeriksaan yang dilakukan sejak hewan masih hidup hingga setelah disembelih, warga diharapkan tidak perlu ragu terhadap kualitas daging yang diterima.

Pemeriksaan ini juga menjadi antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit zoonosis yang bisa menular dari hewan ke manusia. DPKHP Cianjur memastikan seluruh rangkaian pengawasan akan terus berjalan hingga proses distribusi daging ke masyarakat selesai.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top