BOGOR — Perayaan gelar juara Persib Bandung tak hanya berlangsung di Kota Kembang. Ribuan suporter yang tergabung dalam berbagai komunitas bobotoh memilih Tugu Kujang, ikon Kota Bogor, sebagai titik kumpul untuk meluapkan kegembiraan seusai tim kesayangan mereka memastikan diri menjadi kampiun Super League musim ini.
Pantauan di lokasi menunjukkan, kerumunan mulai terbentuk sejak pukul 20.00 WIB. Mereka datang secara bergelombang, ada yang mengendarai motor, mobil, hingga berjalan kaki. Dalam waktu singkat, area sekitar tugu dipenuhi lautan biru—warna kebanggaan Persib.
Beberapa suporter terlihat menyalakan suar asap berwarna biru dan merah, menambah dramatis suasana malam. Tak lama kemudian, teriakan yel-yel khas Persib seperti "Persib... Persib... Juara!" bergemuruh, diiringi nyanyian spontan yang menggema hingga ke permukiman sekitar.
Pemilihan Tugu Kujang bukan tanpa alasan. Lokasi ini merupakan salah satu titik nol Kota Bogor yang mudah diakses dari berbagai arah, termasuk dari jalur tol dan pusat kota. Bagi bobotoh yang tinggal di Bogor dan sekitarnya, tempat ini kerap dijadikan markas alternatif saat perayaan besar, mengingat jaraknya yang lebih dekat dibandingkan harus ke Bandung.
Fenomena ini juga menunjukkan basis suporter Persib yang tersebar merata di seluruh Jawa Barat, termasuk di Kota Bogor yang notabene memiliki klub sendiri, Persikabo. Loyalitas lintas kota ini menjadi bukti kuatnya fanatisme terhadap Maung Bandung.
Meski euforia berlangsung meriah, hingga pukul 23.00 WIB belum ada laporan mengenai tindakan anarkis atau kerusakan fasilitas umum. Petugas kepolisian dari Polresta Bogor Kota dan TNI dikerahkan untuk mengamankan jalannya perayaan, sekaligus mengatur arus lalu lintas di sekitar Jalan Padjajaran yang sempat tersendat.
Sejumlah suporter yang diwawancarai di lokasi mengaku sengaja datang untuk merasakan atmosfer kebersamaan. "Ini momen bersejarah. Kami ingin rayakan bareng, bukan cuma nonton di layar kaca," ujar seorang bobotoh yang enggan disebutkan namanya.
Perayaan massal seperti ini menjadi fenomena rutin setiap klub besar Indonesia meraih gelar. Namun, pemanfaatan ruang publik seperti Tugu Kujang juga memunculkan diskusi tentang tata kelola kerumunan dan kebersihan kota. Pemerintah Kota Bogor diharapkan memiliki protokol khusus untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang, terutama saat momen sepak bola nasional.
Bagi bobotoh, kemenangan ini bukan sekadar trofi. Ini adalah identitas dan kebanggaan yang dirayakan dari Bandung hingga Bogor, membuktikan bahwa sepak bola adalah lem perekat sosial yang melampaui batas administratif kota.