BANDUNG — Sekolah Maung Jawa Barat untuk pertama kalinya menerapkan sistem penerimaan tanpa zonasi pada tahun ajaran 2026. Keputusan ini mengubah peta persaingan bagi puluhan ribu calon siswa yang memburu bangku di 41 sekolah unggulan yang tersebar di 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan, kuota penerimaan murni dialokasikan untuk tiga jalur kompetensi. Jalur potensi akademik mendapat porsi 10 persen, kompetensi akademik 70 persen, dan kompetensi non-akademik 20 persen.
"Di Sekolah Maung ini nanti tidak ada lagi jalur zonasi," kata Purwanto di Bandung, Rabu.
Calon siswa wajib melampirkan sertifikat atau piagam kejuaraan di bidang akademik maupun non-akademik. Portofolio karya sesuai minat dan bakat juga menjadi syarat wajib yang harus disertakan saat pendaftaran daring.
Bagi pendaftar jalur kompetensi akademik di SMA, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi syarat mutlak. Sementara untuk pendaftar SMK, ketentuan TKA dikecualikan.
Disdik Jabar menetapkan calon siswa harus lulusan SMP/MTs/sederajat pada tahun 2026 atau tahun sebelumnya. Usia maksimal 21 tahun per 1 Juli 2026.
Persyaratan domisili juga diperketat. Calon siswa wajib telah menetap di kota atau kabupaten di Jawa Barat minimal satu tahun, dibuktikan dengan Kartu Keluarga dan KTP. Surat rekomendasi dari sekolah asal yang menyatakan siswa berprestasi dan berminat melanjutkan ke perguruan tinggi juga wajib dilampirkan.
Proses penyerahan akun pendaftaran daring telah dimulai sejak 18 Mei hingga 22 Mei 2026. Pendaftaran resmi dibuka secara daring melalui aplikasi Sekolah Maung di laman maung.spmb.jabarprov.go.id pada 25, 26, 28, dan 29 Mei 2026.
Hasil kelulusan akan diumumkan pada 8 Juni 2026, dilanjutkan proses daftar ulang pada 9-10 Juni 2026. Bagi yang dinyatakan tidak lolos, Disdik Jabar masih memberikan kesempatan mendaftar pada seleksi SPMB tahap 1 atau tahap 2 di sekolah reguler.
Sekolah Maung mencakup 28 SMA negeri dan 13 SMK negeri. Beberapa di antaranya adalah SMA Negeri 2 Cibinong (Kabupaten Bogor), SMA Negeri 3 Bandung (Kota Bandung), SMA Negeri 1 Tasikmalaya (Kota Tasikmalaya), dan SMA Negeri 1 Parigi (Kabupaten Pangandaran).
Untuk jenjang SMK, sekolah yang ditunjuk antara lain SMK Negeri 1 Cibinong (Kabupaten Bogor), SMK Negeri 3 Bogor (Kota Bogor), dan SMK Negeri 2 Bekasi (Kota Bekasi). Daftar lengkap sekolah dapat diakses melalui portal resmi Disdik Jabar.