Imigrasi Ringkus 3 Perampok WNA Tiongkok Spesialis Rumah Mewah Bogor

Penulis: Sofyan Basri  •  Senin, 04 Mei 2026 | 10:40:06 WIB
Petugas Imigrasi Ngurah Rai menangkap tiga WNA Tiongkok buronan kasus perampokan rumah mewah di Bogor.

BOGOR — Petugas Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menangkap tiga warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang menjadi buronan kasus perampokan rumah mewah di Kota Bogor, Jawa Barat. Ketiga tersangka berinisial JW (33), RW (37), dan HL (39) diringkus saat mencoba terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (2/5/2026) pagi.

Penangkapan dilakukan di terminal keberangkatan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 07.00 Wita. Para pelaku teridentifikasi sebagai komplotan yang membobol sebuah rumah di kawasan perumahan elite Bogor pada Maret lalu saat pemiliknya tidak berada di tempat.

Modus Operandi dan Kronologi Perampokan di Bogor

Ketiga WNA ini diduga kuat terlibat dalam aksi pencurian dengan pemberatan pada Minggu (22/3/2026) malam. Mereka menyasar rumah mewah yang ditinggalkan pemiliknya ke luar negeri. Dalam aksinya, komplotan ini menggunakan topeng dan sarung tangan untuk meminimalisir jejak identifikasi di lokasi kejadian.

Setelah menggasak sejumlah barang berharga, para pelaku langsung melarikan diri melalui Jakarta. Polresta Bogor kemudian menetapkan ketiganya sebagai buronan setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.

Penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa para pelaku bekerja secara profesional. Mereka memetakan target rumah kosong di kawasan elite sebelum melancarkan aksi di tengah malam. Pelarian mereka ke luar negeri sempat menyulitkan pengejaran sebelum akhirnya terdeteksi kembali masuk ke wilayah Indonesia.

Pelarian Lintas Negara dan Penangkapan di Bali

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menjelaskan pergerakan para tersangka sempat terdeteksi keluar dari Indonesia menuju Tiongkok sesaat setelah kejadian. Namun, mereka kembali masuk ke wilayah Indonesia melalui Bali dengan memanfaatkan fasilitas visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival).

"Mereka sempat keluar dari Indonesia menuju Tiongkok setelah kejadian, lalu kembali masuk melalui Bali. Saat akan melanjutkan penerbangan ke Kuala Lumpur, kami lakukan penindakan," ujar Bugie Kurniawan, Minggu (3/5/2026).

Rencana pelarian lanjutan ke Malaysia menggunakan penerbangan Air Asia QZ 550 akhirnya kandas. Petugas yang telah mengantongi identitas serta status buronan ketiganya langsung melakukan pencegahan saat proses pemeriksaan dokumen keberangkatan. Perilaku mencurigakan para pelaku di terminal internasional juga menjadi pemicu pemeriksaan mendalam.

Koordinasi Antarinstansi dan Proses Hukum

Keberhasilan penangkapan ini mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna. Ia menekankan pentingnya koordinasi cepat antarinstansi, terutama dalam mengungkap kejahatan lintas negara yang melibatkan warga asing.

"Tidak ada celah bagi pelaku kejahatan untuk kabur melalui jalur imigrasi. Pengawasan akan kami tingkatkan," tegas Bugie Kurniawan.

Saat ini, ketiga tersangka telah diserahkan kepada Satreskrim Polresta Bogor untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya jaringan atau keterlibatan pihak lain dalam aksi perampokan spesialis rumah mewah tersebut. Pengawasan di seluruh pintu keluar masuk Indonesia kini diperketat guna mencegah insiden serupa.

Reporter: Sofyan Basri
Back to top