Pencarian

Infrastruktur Listrik Jampang Kulon Buka Ruang Investasi

Kamis, 01 Oktober 2026 • 19:21:39 WIB
Infrastruktur Listrik Jampang Kulon Buka Ruang Investasi
Infrastruktur listrik Jampang Kulon dinilai mendukung investasi pertumbuhan ekonomi baru di Sukabumi (Foto: NET)

BANDUNG — Pengamat Ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus) Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy menilai penguatan infrastruktur kelistrikan di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, dapat meningkatkan kesiapan kawasan dalam menarik investasi dan mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Penguatan infrastruktur kelistrikan di Jampang Kulon bukan hanya persoalan teknis mengenai listrik, tetapi merupakan bagian dari pembangunan ekonomi wilayah,” kata Rizaldy dalam wawancara.

Menurut Rizaldy, listrik kini menjadi bagian dari infrastruktur produksi karena berbagai sektor usaha membutuhkan energi untuk menjalankan kegiatan secara konsisten.

Ketersediaan energi yang memadai memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi, menggunakan teknologi, dan mengembangkan proses bisnis berbasis digital.

Dalam konteks Jampang Kulon, penguatan kelistrikan dapat mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan yang memiliki potensi besar di kawasan Selatan Sukabumi.

Hasil perikanan dapat dikembangkan melalui rantai usaha yang lebih panjang, mulai dari penyediaan es, penyimpanan, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi.

Dengan demikian, produk perikanan memiliki peluang untuk memperoleh nilai tambah sebelum dipasarkan ke konsumen.

“Energi yang masuk ke desa seharusnya tidak berhenti menjadi konsumsi, tetapi harus dikonversi menjadi produktivitas,” ujarnya.

Menurut Rizaldy, pendekatan tersebut dapat memperkuat hilirisasi ekonomi lokal karena masyarakat memiliki kesempatan mengembangkan produk di daerahnya sendiri.

UMKM juga dapat memanfaatkan listrik untuk menjalankan mesin produksi, menggunakan perangkat digital, melakukan transaksi elektronik, dan memperluas pemasaran melalui kanal daring.

Dari sisi investasi, Rizaldy mengatakan ketersediaan infrastruktur energi menjadi salah satu bagian dari ekosistem yang dibutuhkan dunia usaha.

Selain listrik, investor juga mempertimbangkan akses transportasi, air, telekomunikasi, tenaga kerja, pasar, serta kepastian regulasi.

Karena itu, penguatan kelistrikan Jampang Kulon perlu diikuti perencanaan pengembangan kawasan yang terintegrasi agar infrastruktur yang tersedia dapat mendukung kebutuhan ekonomi secara bertahap.

Rizaldy mendorong PLN dan pemerintah daerah membangun komunikasi dengan pelaku usaha untuk memetakan kebutuhan energi sejalan dengan potensi investasi yang berkembang.

Misalnya, apabila kawasan diarahkan untuk mengembangkan sektor perikanan, kebutuhan energi untuk cold storage, pabrik es, fasilitas pengolahan, dan kegiatan usaha pendukung dapat diproyeksikan sejak awal.

“Jadi infrastruktur tidak lagi dibangun setelah ekonomi tumbuh, tetapi justru menjadi instrumen untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru,” katanya.

Menurut Rizaldy, pendekatan tersebut dapat membuat pengembangan infrastruktur energi berjalan selaras dengan arah pembangunan ekonomi kawasan.

Ia juga menilai energi baru dan terbarukan (EBT) dapat menjadi bagian dari perencanaan energi jangka panjang, dengan mempertimbangkan potensi wilayah dan kesiapan sistem.

Dalam konteks Jampang Kulon, penguatan kelistrikan diharapkan dapat memperkuat daya dukung kawasan bagi perkembangan usaha lokal dan investasi.

“Kalau energi tersedia secara andal, modal lebih berani masuk, usaha lebih berani tumbuh, dan masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk menciptakan nilai ekonomi,” ujarnya.

Dengan dukungan infrastruktur energi, pengembangan potensi perikanan, pertanian, UMKM, pariwisata, dan sektor lainnya di Jampang Kulon memiliki ruang untuk tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Selatan Sukabumi.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks